Suamiku Bocil Tajir
Mama pasti akan memarahiku karena aku terlalu sering mengeluarkan uang, atau karena aku masih suka mengigiti kuku jempolku.
“Keyla! Ke sini gabung!”
Aku menoleh ke kanan, di sana duduk dua orang pria dan satu wanita. ketiganya temanku sesama penerima beasiswa di Korea, sama denganku. Tapi dari penampilan kami terlihat berbeda jauh, bagai langit dan bumi maka aku sedikit ragu untuk bergabung dengan mereka. Selain di universitas dan asrama, kami tak pernah berkomunikasi. Gambaran besarnya, selama satu tahun di sini aku tak punya teman. Kenapa tidak ada yang mau menjadi temanku? Entahlah, memikirkannya hanya akan membuatku bingung. Selain itu, jika orang lain setidaknya memiliki satu atau dua <
ตอนยอดนิยม