Petaka Malam Tahun Baru
tanyaku dengan pikiran bimbang.
“Iya, aku mau kamu membuat pengakuan! Oke?! Aku tunggu kabar viralnya,” ujar Riva sambil berlalu meninggalkanku yang masih berdiri mematung dengan pikiran yang menentu.
Kuhela napas panjang, lalu menuju mobilku di parkiran. Suasana hati jadi tak menentu. Aku benar-benar bingung saat ini. Apakah aku sanggup menyeret teman-temanku ke penjara? Bastian, Pedro, Andra, Bobby dan Amrul, kami ini berteman sudah sejak dari bangku sekolah dasar. Aku sudah menganggap mereka saudara, walau kelakuan lima temanku itu memang rada menyimpang dan kadang aku sampai bosan menasehatinya.