Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Aku tersenyum tiapkali dia mengirim pesan yang ditambahi dengan stiker lucu, meski kadang aku kesulitan membacanya dan tidak mengerti apa maksudnya. “Kakak sekarang dimana?” Tandi menelponku dan aku mengangkatnya. Entah kenapa aku sentimental mendengar suaranya yang cempreng, rasanya ingin menangis, karena bocah sekecil ini juga Papa abaikan karena perempuan itu. “D-di rumah Naura, teman sekelas Kakak. Tandi belum tidur?” “Tandi nungguin Papa. Mau tidur bareng Papa.”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as terbunuh sepi
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Fuhhhhhh Asap rokok yang aku hisap kini mengepul di depan warung, semenjak kejadian hilangnya ke tiga orang yang masuk ke dalam Gunung Sepuh, suasana malam di kampung ini tampak sedikit berbeda. Jarang sekali aku melihat ada makhluk yang datang ke warung dan meminta sesuatu akhir-akhir ini, sudah jarang kulihat para makhluk kecil yang berlarian dengan tubuh yang telanjang dan giginya yang bertaring, berlarian ke arah warung dengan tertawanya yang seperti anak kecil.
10126.4K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as terbunuh sepi
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Bahagia Setelah Terusir

Bahagia Setelah Terusir

Bayangkan jika ada tetangga iseng yang menunggu guyuran air di kamar mandi tengah malam, sama halnya kebiasaan aneh entah di benua mana yang menunggu bercak noda campuran merah putih di sprei pengantin. "Bisa," bisik Tera. Ia sudah kelelahan menahan inotasi suara. Ia jadi bertanya-tanya, sebelumnya suaranya berapa oktaf? Sanad menatap, menunggu jawabannya. "Dengan menyelam ke air." Sanad meletakkan kepalanya pasrah. Tera menenggelam kepalanya di dada pria itu untuk melepaskan tawa. "Tertawalah sepuasnya. Awas nanti kalau ke rumahku."
109.9K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as terbunuh sepi
Read
+Library
Jadi CEO Setelah Diceraikan

Jadi CEO Setelah Diceraikan

tanya Septi “Maaf buk, mobil saya mogok,” jawab si supir tersebut “Waduh, mogok ya? jadi bagaiman nih pak apakah bisa jalan ataukah saya harus mencari taksi lain? Karena perut saya sakit sekali, pak,” ujar Septi “Tapi, kalau ibu mencari taksi di daerah sini pasti tidak ada yang lewat buk, mengingat jalanan ini sepi juga gelap,” ujarnya
1025.8K viewsCompletedAdded to Library 541 Times as terbunuh sepi
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Menuju tempat yang ditentukan dalam surat undangan. Seperti telah terbiasa dalam suasana ditengah keramaian, berbincang tentang bisnis, olah raga, kenaikan suku bunga, profit dan semacamnya adalah bagian dari hidup Senja setelah kembali menjalani harinya di Balikpapan. Percakapan mereka tak lagi tentang materi anak kampus atau hal-hal berbau budak cinta. Bahkan mencari hiburan lewat media sosial saja sangat jarang, apalagi sinetron. Meski ada diantara rekan bisnisnya bergerak dibidang pertelevisian.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as terbunuh sepi
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

gumamnya sambil menyenandungkan lagu pop ringan untuk mengusir rasa takut yang mulai merambat di sekujur tubuhnya. Lorong sangat itu sepi, tidak ada kehidupan kecuali dirinya sendiri yang bernafas. Lampu-lampu di sepanjang langit-langit berkedip-kedip, seperti memproyeksikan suasana mencekam. Suara sepatunya yang beradu dengan lantai keramik menjadi satu-satunya suara di sekitar. Namun, rasa dingin yang tiba-tiba merasuk ke dalam tubuhnya membuat Gracya semakin cemas.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as terbunuh sepi
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Kau juga merasakannya?” Aruna menoleh. “Apa?” “Sunyi yang terlalu tenang.” Aruna tersenyum tipis. Embun selalu bisa membaca suasana tanpa perlu banyak kata. “Bukan sesuatu yang buruk,” lanjut Embun. “Hanya… kita belum terbiasa hidup tanpa bayangan.” Kalimat itu menggantung di udara. Mereka memang sudah melewati malam terakhir tembang sinden gaib. Desa telah kembali tenang. Kasus hukum telah diputuskan. Ritual kecil penanaman pohon telah dilakukan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as terbunuh sepi
Read
+Library
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Fergie tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "Kalian semua harus mati. Kalian pada akhirnya akan mati juga." Di atas tubuh Fergie, tiba-tiba tersulut api energi spiritual setinggi langit. Tanah di seluruh Pulau Serbira mulai bergetar. Hamparan batu dan tanah melonjak seolah-olah sesuatu yang mengerikan akan merangkak keluar dari tanah. Aura kematian menyelimuti seluruh Pulau Serbira. Ekspresi semua orang sontak berubah drastis.
9.9392.4K viewsCompletedAdded to Library 7.8K Times as terbunuh sepi
Read
+Library
Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

yang terdengar Hanya deru mesin mobil yang mereka tumpangi, juga suara klakson kendaraan lain yang bertegur sapa. Serra yang tak ingin berlama-lama dengan suasana ini lantas membuang napas pelan. Hubungannya dengan Gamma baru saja membaik, apa iya harus berakhir dengan pertengkaran lagi hari ini? Entahlah, Sepertinya memang yang ia harus berinisiatif memecah keheningan. mengusir sepi yang kian mengakuisisi.
9.8965.3K viewsCompletedAdded to Library 27.0K Times as terbunuh sepi
Show Reviews (71)
Read
+Library
Sinar Rembulan
Terima kasih kepada kakak-kakak yang telah membaca cerita Istri yang Terpaksa Kau Nikahi ini. Jangan lupa vote dan komen ya! See you di cerita yang baru 🤍 untuk visual character tokoh dalam buku ini bisa kunjungi IG author di @sinarrembulann. Thank you.
Aurora Aurora
nyesek baca di bab 99 RUNTUH... Hiks...hiks .. ikut nangis... terharu nyesek banget , Uda ga jujur di awal berjuang sendiri untuk mencintai, tapi belum dapat kepastian dari Gama ... yang masih belum bisa lepas dari masa lalunya.. Memang ga enak kalau hadir bukan sebagai orang yang pertama...
Read All Reviews
Teror Berdarah

Teror Berdarah

“Aku nggak peduli, siapa pun dia harus kubunuh. Aku masih ingin pulang dari sini hidup-hidup.” Di antara mereka yang menolak bahwa pelakunya Luther, sedang membuat rencana. Mereka takkan berpencar, tetap bersama, tetapi mencoba memahami lokasi yang mungkin saja dijadikan sebagai tempat persembunyian berdasarkan tempat Petunia di bunuh. Akia bersuara, “Bagaimana kalau ternyata teror itu sudah menyebar luas? Sampai ke sini?”
104.4K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as terbunuh sepi
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status