Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Era Baru

Era Baru

Dia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda kehidupan. “Perasaan sepi ini sedikit menyenangkan. Entah kenapa aku merasa semakin jauh aku berkuda semakin sepi tempat yang kulewati. Situasi semacam ini sulit untuk ditemukan dan bahaya selalu berdampingan dengan tempat semacam ini. Aku tidak tahu apakah Lembah Surawa sudah dekat? Intuisiku mengatakan padaku bila itu sudah dekat!”
1058.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
Somnium: Light or Darkness

Somnium: Light or Darkness

Pasalnya itu merupakan sesuatu yang privasi dan Somnium sendiri masih memberi batasan pada setiap pemimpi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti saling menghancurkan satu sama lain. Sementara itu, Abu menyapu pandang sekelilingnya. Melalui kedua obsidiannya, dia melihat rumah-rumah warga di desa yang terkesan begitu sepi, bahkan kelewat sepi hingga seperti tak berpenghuni. Selepas melihat-lihat, tungkainya dia langkahkan menuju pohon besar yang kemungkinan adalah beringin.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
Tarian Pemikat Serigala

Tarian Pemikat Serigala

Ada hawa dingin setelah sebelumnya hawa dirasakan cukup hangat. "Ya, mereka bilang setiap malam bulan purnama, ternak mereka selalu hilang beberapa." Dewi Rimbu menimpali. Seorang penduduk bercerita tentang teror di desa ini. Ada yang pernah mencoba keluar untuk mencari tahu dan melawan. Besoknya ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. "Apakah kamu merasakan juga, Semboja?" tanya Mardawa. Pemuda itu membetulkan posisi duduknya. Dia memejamkan matanya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

Mungkin karena mengurangi resiko kematian yang lebih banyak. “Tempat ini sepi seperti hidupku,” gumam Nuwa dalam kesendiriannya. Akhir-akhir ini ia memang merasakan sunyi teramat sangat. Naluri sebagai manusia biasa yang hidup membutuhkan pasangan mulai menyeruak.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

Hening dan sepi, hanya semilir angin terdengar meniup dedaunan. Suasana desa saat malam tak ubahnya laksana desa mati. Tak ada lagi kegiatan pos kamling. Teror Mawar benar-benar membawa ketakutan yang mendalam. "Sepi sekali," batin Sunandar. Dia berjalan sendiri tanpa takut. Hal berbau ghaib sudah biasa dia temui. Dia bukanlah orang yang sembarangan.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

PEMUDA YANG KUBAYAR ITU, CINTA TERLARANGKU

Yang terdengar hanya suara daun-daun bergesekan diterpa angin. Tak ada suara anak-anak bermain. Tak ada tawa riang. Tak ada siapa pun yang menyambut. Shen berdiri mematung di depan gerbang. Entah mengapa... Perasaan tidak enak mulai memenuhi dadanya. "Kenapa sepi sekali?"
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
DUKUN 99

DUKUN 99

Pemandangan landai dengan sedikit batuan terjal. Kedua tangan tenggelam ke dalam saku jeans. Kubiarkan angin sejuk membelai wajah. Siang begini, jika tak ada pasien berkunjung, maka suasana sepi. Hanya dengkuran makhluk gaib peliharaan yang sesekali terdengar berlomba. Mereka tidur pulas dan akan bangun saat magrib tiba. Setelah itu mereka beraktivitas sepanjang malam.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Mereka berguling di pasir saat makhluk itu menerjang, menciptakan jejak parit sepanjang lima meter, menembus gundukan-gundukan pasir yang kini runtuh berderai. Pasir berhamburan. Udara mendesis. Mereka berdiri terengah, wajah Cucu me-merah, darah di bawah kulitnya seperti bara membara. “Aku pikir kau memikirkan tempat yang ‘tenang’!” teriaknya. “Tenang. Menurutku artinya sepi,” ujar Rimba terbata-bata. “Bukan bebas predator gurun!”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Untuk pertama kalinya… Laut terasa begitu luas dan sepi. Dadanya terasa sesak oleh kenyataan yang baru saja ia sadari. Laut telah menghapus Maris begitu sempurna, seolah duyung itu tidak pernah dilahirkan di tempat ini. Nerion perlahan memandang rumah-rumah karang yang berjajar rapi. Beberapa duyung saling menyapa sambil tersenyum. Anak-anak masih berenang kejar-kejaran di antara terumbu. Tidak ada satu pun wajah yang tampak kehilangan seseorang.
10945 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai terbunuh sepi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status