Keluarga Yang Tak Menganggapku Ada
"Tidak apa-apa, Yah. Aku sudah ikhlas, Yah. Aku ikhlas jika memang sudah ketetapan Yang Kuasa, aku harus menderita sepanjang umurku. Ayah tidak perlu menyalahkan diri Ayah, cukup Ayah selalu mendukungku, aku sudah bahagia."
Arman merasa terharu mendengar ucapan dari putrinya itu, dia benar-benar tidak menyangka jika putrinya itu sudah semakin dewasa dalam menyikapi hidup. Arman merasa jika Aira tidaklah pantas mendapat perlakuan buruk, sedang Aira selalu menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya.
"Oh, putriku. Maafkan ayahmu ini," ucap Arman sembari memeluk Aira. Air mata Arman sudah tidak bisa dia bendung lagi. Dia menumpahkan tangis dalam pelukan Aira.
Hot Chapters