Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Cinta Duda Biasa

Bukan Cinta Duda Biasa

Samudera tak pernah ragu untuk menunjukkan rasa perhatiannya. “Aku gak pernah tau apa yang bakal ada di depan kita. Tapi, aku mau kita belajar untuk bisa menerima diri kita masing-masing. Belajar memperbaiki juga menerima. Banyak hal yang aku gak tau dari kamu, begitu juga sebaliknya. Di, aku tau kita mengawali semuanya bukan dengan perasaan yang benar, tapi kita bisa kan menjalani dengan perasaan yang benar?” “Saya gak ngerti maksudnya, Mas.”
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Bukan jodoh

Bukan jodoh

Kata Nia "Oh jadi sama ya kaya mamah aku ngikut apa yang anaknya mau aja, apapun yang anaknya putuskan pasti orang tua ku akan merestuinya. Terus kamu gimana Nia bakal nerima aku gak?" Tanya Bobi "InsyaAlloh akan aku Terima jika emang kakak serius dengan aku dan bisa nerima semua kekurangan aku dan keluarga ku. Dan InsyaAlloh aku juga akan nerima apapun kekurangan kakak dan keluarga kakak." Kata Nia
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Ia tahu bahwa Laila tulus, tetapi rasa bersalah yang selama ini menghantuinya membuat ia sulit percaya bahwa ada seseorang yang bisa menerima dirinya sepenuhnya. “Aku tahu kamu merasa bersalah,” lanjut Laila, matanya melembut, “tapi aku tidak butuh seseorang yang sempurna, Raka. Aku butuh kamu—seperti apa adanya kamu. Semua kelemahan, semua ketakutan, itu adalah bagian dari dirimu. Dan aku siap menerima itu.”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

"Apa maksudmu? Maksudnya, aku terlihat lebih kurus atau gimana?" Arum menggeleng. “Tidak, kamu terlihat lebih... tenang. Lebih damai.” Ratna terdiam sesaat, menyadari betapa benar perkataan Arum. "Aku rasa, mungkin karena aku mulai menerima diriku apa adanya. Tanpa harus merasa tergantung pada siapa pun." Arum menatap Ratna dengan penuh kekaguman. “Itu hebat, Ratna. Aku bangga sama kamu.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate

“Aku cuma … berusaha nerima semua ini.” Aku terbahak dan itu agaknya bikin dia merinding. Apa-apaan ini? Sekarnag dia takut juga ke aku? Bagus. “Pada akhirnya, kita berpihak pada yang berhak dan benar. Ini mesti disyukuri.” “Disyukuri?”
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Kejar Target, Bang!

Kejar Target, Bang!

“Ada apa?” “Ck! Kamu tuh selalu tanpa basa basi, ya?” “Yang basi itu enggak enak. Ada apa? Bukannya masalahnya udah selesai?” “Iya, dan untuk itu aku telepon kamu. Aku mau bilang makasih.” “Ya sama-sama, udah, kan?” “Eh, tunggu!” “Ada apa lagi?” “Kamu udah terima paket dariku? Tolong diterima dan jangan tersinggung. Itu sebagai ucapan terima kasih dari aku buat kamu. Semoga kamu suka.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
mungkin esok aku mati

mungkin esok aku mati

Ia hanya menatapku, kemudian dengan lembut, ia berkata, "Kalau kamu butuh apa-apa, aku di sini." Aku tersenyum kecil, berterima kasih pada Bi Ikah, meskipun aku tahu aku harus menempuh perjalanan ini sendirian. Aku harus belajar menerima kenyataan, bahwa hidup harus terus berjalan meskipun terkadang rasanya terlalu sulit untuk diterima. Langkah pertama sudah kuambil. Sekarang, aku hanya perlu melanjutkan perjalanan ini. BERSAMBUNG
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Menikah Muda dengan Anak Rentenir

“Adek nggak mau, Mas. Tolong, jangan paksa Adek. Adek nggak siap bertemu mereka.” “Adek nggak boleh gitu. Mas ngerti perasaan Adek. Mas tau, Adek belum siap. Tapi mau nggak mau Adek harus menerima semua ini. Adek udah jadi seorang istri sekarang dan itu udah jadi ketetapan Allah.” “Apapun yang terjadi hari ini, itu atas seizin Allah. Kita sebagai manusia harus ikhlas menerimanya. Adek paham?” jelas Diaz panjang lebar yang dibalas anggukan pelan oleh Azwa.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

“Kamu serius? Kamu nerima aku?” Zivanya mengangguk dengan lengkungan senyum tipis di bibirnya. Kaivan mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan di dada, membiarkan rasa tidak percaya dan kebahagiaan yang teramat besar melingkupi seluruh dirinya. Senyumnya merekah lebar. Matanya ikut berbinar terang di bawah pendar cahaya lilin. Beban berat dan ketakutan akan penolakan yang sempat menyiksanya beberapa menit lalu seketika menguap tanpa bekas. Baginya, jawaban Zivanya malam ini adalah hadiah ulang tahun terindah yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup. Zivanya yang berulang tahun, tapi Kaivan yang merasa menerima hadiahnya.
9.9112.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai terima aku apa adanya
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Aurora Aurora
MASIH UNTUNG ADA KARAKTER KAIVAN DISINI, WALAUPUN CUMA CERITA FIKSI, CERITA INI TERKADANG SUKA BENERAN ADA DI KEHIDUPAN NYATA..!! MUNGKIN KALAU GA ADA KARAKTER KAIVAN, ZIVA BISA MATI BUNUH DIRI KALI...!!!
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. Seru nih. Judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
PEREMPUAN BERKALANG NODA

PEREMPUAN BERKALANG NODA

] ["Maaf, aku nggak bisa." ["Aku tidak menerima penolakan."] Kalimatnya terdengar datar. Tegas. Seolah semua keputusan memang harus mengikuti keinginannya. Aku mulai kehilangan kesabaran. ["Kamu nggak bisa seenaknya mengatur hidup orang lain."] ["Besok aku akan jemput kamu."] ["Sudah aku bilang aku nggak bisa."] ["Sudah aku katakan aku nggak menerima penolakan."]
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai terima aku apa adanya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status