Terjebak Mantra!
Urip kui pancen mung dolanan.
Tembang di atas ini ditulis ketika Slamet Gundono sudah dewasa. Oleh karenanya, sekar ini merupakan imajinasi balik Slamet Gundono. Saat dewasa, ia telah mengalami lika liku hidup penuh warna; susah, senang, penat, bosan, muak, bahagia, atau sedih. Pait legi wis dilek. Baik terhadap sesuatu di luar dirinya maupun terhadap dirinya sendiri. Imajinasi ini secara psikologis menjadi mekanisme pertahanan dirinya (ego deffens mechanism) agar tak larut dengan masalah hidup, meskipun tak dimungkiri masalahnya membuat kesehatannya menurun dan penyakit kaki gajahnya semakin parah.