Terbelenggu Takdir
“Iya. Soalnya ada dua kategori. Pertama, terserah itu bisa berarti kalau dia emang mau banget tapi gengsi buat bilang. Yang kedua, terserah itu bisa berarti kalau dia emang sama sekali enggak peduli. Letak seremnya sekarang adalah, aku enggak bisa tahu yang mana arti dari terserahnya kamu tadi.”
“Kamu lupa kategori ketiga, terserah juga bisa berarti ya terserah. Aku nyerahin keputusan sepenuhnya di kamu. Bukan karena mau banget, atau sama sekali enggak peduli, tapi karena menghormati.” Natya ikut menggunakan sapaan aku-kamu dengan sendirinya tanpa disadari.
“Itu namanya bukan menghormati, Natya, tapi enggak punya pendirian.” Daksa tertawa setelahnya.
الفصول الرائجة