Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Beloved Trouble

My Beloved Trouble

katanya lemah “Aku juga tidak luput dari dosa, Rev. Kita semua hanya sedang antri menunggu hari pembalasan tiba.” “Pesanku, janganlah kamu menyesali sesuatu ketika semuanya sudah terlambat. Lakukan semuanya selagi kamu masih bisa.” Revi tersenyum tipis. “Jangan sepertiku.” Kubalas senyumnya dengan penuh simpati. Penyesalan selalu datang di akhir.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Sentuhan Adik Sahabatku

Sentuhan Adik Sahabatku

“Aku menyesal, tapi sekarang semuanya udah terlambat.” Bersambung...
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Menyesal Usai Talak

Menyesal Usai Talak

rutukku menyesali. "Rasa penyesalan itu pasti. Karena antum bersikap terlalu gegabah, Tadz. Antum lebih mengedepankan emosi dan perkataan orang-orang bukan dari dalam hati Antum sendiri," ucap ustadz Rahman.
10134.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Penyesalan tanpa Akhir

Penyesalan tanpa Akhir

TIGA BELAS : SINDIRAN UNTUK AGAM. TERIMAKASIH SUDAH NGIKUTIN SAMPE SINI!! DAN TERIMAKASIH UNTUK YANG MAU RIBET NGASIH TAU KLO ADA TYPO. SELAMAT MEMBACA! ***
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

kadang penyesalan memang datang terlambat. ***
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Penyesalan Seusai Talak

Penyesalan Seusai Talak

Tersirat penyesalan disana. Haikal terdiam, hatinya terasa lega dengan pengakuan Brata. "Kalau Om tidak mau Tante semakin marah. Lebih baik jangan lakukan apa pun. Fokus Om sekarang, sebaiknya hanya sebatas mencari maaf dari Tante. Dan meyakinkan Tante, kalau Om tak akan mengulangi kesalahan itu lagi," saran Haikal. Brata terdiam sesaat, dia membenarkan ucapan Haikal, tapi tetap saja merasa kasihan pada Marissa.
10102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

Beberapa detik kemudian Alisya tersadar dan buru-buru berdiri tegak. "Ma-maaf ... aku nggak sengaja," ucap Alisya terbata-bata. "Nggak apa-apa. Aku juga salah. Aku buru-buru, jadi nggak liat jalan. Maaf, ya. Kamu baik-baik aja, 'kan?" tanya lelaki itu.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Penyesalan Yang Datang Terlambat

Penyesalan Yang Datang Terlambat

Ia ingin membuat keluarga pertamanya menyesal karena telah memperlakukannya dengan buruk. "Aku tidak ingin hal lain selain membuat mereka menyesal dengan semenyesal-nyesalnya," ucap Ayna dengan suara tegas. "Kalau begitu, fokuslah dengan tujuanmu itu," suara itu kembali terdengar. Tidak lama kemudian, sebuah cahaya putih berkedip samar, lalu menghilang tanpa jejak. Ayna kembali menutup matanya. Ia berusaha mengabaikan seluruh kenangan pada kehidupan pertamanya. Namun, teriakan dan tangisan justru semakin gencar mengganggu pikirannya.
655 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

Demi Kuliah Aku Rela Jadi Istri Simpanan

“Aku cuma… kadang cowok tuh sayang tapi bego. Nunjukinnya salah. Milih diem. Padahal perasaan ada.” Larissa mengangguk. “Mungkin benar.” Ia menatap keluar jendela sesaat sebelum kembali bicara. “Aku cuma nggak mau nyesel, Man. Kalau suatu hari ternyata semuanya terlambat, aku mau bisa bilang ke diri sendiri: ‘Aku sudah berusaha’. Jadi aku nggak akan nyalahin siapa-siapa.” Kalimat itu menohok.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah Liar Mantan Atasan

Terperangkap Gairah Liar Mantan Atasan

“Maafkan aku…” Itu saja yang keluar dari mulutnya. Kata sederhana yang terdengar kosong jika tak dibarengi air mata—tapi justru penuh makna karena diucapkan dengan seluruh isi jiwanya. Penyesalan itu begitu dalam, begitu nyata. Ia tak tahu harus mulai dari mana untuk menebus semuanya. Yang dia tahu, ia sudah terlambat. Terlambat menyadari. Terlambat peduli. Terlambat menjadi ayah bagi putrinya. Terlambat jadi penolong untuk wanita yang dulu pernah ia cintai sepenuh jiwa.
10107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai terlambat untuk menyesal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status