My Brilliant Doctor
Gabriella memutar bola mata jengah, ia meraih benda pipih disamping tempat tidur dan menggeser layarnya membalas pesan singkat dari kekasihnya.
"Ck, tapi sepertinya dugaanku benar,"
"Something about?"
"Post traumatic syndrom dissorder,"
"Kau ahli bedah, bukan psikologi." Gabriella mematikan ponsel, ikut merebahkan diri disamping Tara. Pandangan mereka menatap langit langit bersamaan.
"Aku dapat merasakan kesakitan didalamnya Gab,"
"Kau tak cukup ilmu untuk menebak persoalan psikologi Tara,"
Bab Populer