Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

(*eksibisionis = Gangguan psikoseksual yang memberi dorongan, tindakan, fantasi pada pengidapnya untuk menunjukan kelamin kepada orang lain) “Bentar, bentar. Ini cuma perasaan gue aja apa kayaknya lo ngarep ketemu itu cewek lagi?” selidik Theo cepat tanggap dengan reaksi dari Ben. Diamnya Ben membuat Theo kembali berkicau. “Behhh, cakep ni jangan-jangan.”
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Penghangat Ranjang Tuan CEO

Penghangat Ranjang Tuan CEO

“Tidak. Aku tidak mau pergi ke rumah sakit. Aku hanya ingin seperti ini saja, memelukmu. Aku hanya butuh memelukmu, Athalia. Biarkan dulu seperti ini.” *** Sore ini Athalia nekat mendatangi seorang psikolog. Tentu saja bukan untuk dirinya, melainkan untuk Mahesa. Athalia masih yakin kalau ada yang salah dengan lelaki itu. "Dari beberapa keluhan yang kau sampaikan, sepertinya temanmu itu pernah mengalami trauma atau luka di masa lalunya." psikolog itu bernama Arini, dan Arini menjelaskannya pada Athalia.
7.837.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 854 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Mr. Radhika

Mr. Radhika

Rasanya empuk juga, dan lebih nyaman dari kursinya. “Game ini akan rilis, bulan depan. Saya mau kamu coba main dan kasih pendapat.” “Tapi saya enggak bisa main game, Pak.” “Iya, makannya saya bilang mau ajarin kamu.” “Oke.” Tasya melihat layar komputer, ada gambar animasi perempuan dan laki-laki yang memegang pistol. Perempuan dalam gambar itu memakai kaus merah, rambutnya diikat ekor kuda. Sedangkan laki-laki di sebelahnya, menggunakan kaus putih dipadukan dengan kemeja berwarna hitam.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Jeratan Mantan Suami

Jeratan Mantan Suami

Setelah itu dia menatap Boris dan begitu juga sebaliknya. Keduanya saling berpandangan dan Jeffry bertanya, “Pak Boris memikirkan sesuatu?” “Nggak perlu dibicarakan,” ujar Boris dengan tenang. Jeffry menyesap anggurnya dan tersenyum tipis sambil berkata, “Pak Boris, aku pernah belajar psikologi dan aku bisa membaca pikiran orang dari ekspresi wajahnya.” “Oh? Pak Jeffry bisa tahu pikiranku?”
9.5223.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

Ren menyimpulkan, suaranya datar. Mr. Marchand tersenyum. “Observasi. Tapi bukan manusia, lebih tepatnya, relawan yang tidak punya pilihan.” Mr. Marchand meletakkan botol itu di meja dengan lembut. “Sayangnya, efek sampingnya... mengurangi nilai jual. Beberapa subjek mengalami psikosis permanen. Yang lain—”Mr. Marchand berhenti, lalu menunjuk ke layar komputer. Grafik di layar menunjukkan gelombang otak yang kacau, garis merah bergerak liar seperti suara statis.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

“Apa benar begitu, ya? Kau tahu dari mana, Arias?” “Orang tuaku dulu adalah peneliti psikologi. Sehingga, banyak sekali jurnal ilmiah di rumahku. Kadang aku membacanya jika ada waktu luang,” jelas Arias. “Psikologi adalah ilmu yang menarik. Aku rasa, ilmu ini akan sangat berkembang di masa depan.” “Boleh aku coba membaca jurnalnya?” tanya Pilav. “Tentu saja. Aku tidak menyangka bahwa kau akan tertarik, Pilav,” jawab Arias.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
The Heptagon - Perang di Dalam Bayangan

The Heptagon - Perang di Dalam Bayangan

Tahap Ketiga Tahap terakhir bukanlah tes fisik. Thomas dibawa ke dalam ruangan gelap, hanya ada sebuah layar besar di depannya. Seorang psikolog militer duduk di seberangnya. Di layar, berbagai simulasi mulai diputar. Gambaran korban perang, anak-anak yang tertinggal, tawanan yang memohon belas kasihan. "Reaksimu akan menentukan segalanya," kata psikolog itu.
799 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Psikopat ( Kuhabisi Suamiku Dengan Elegan

Psikopat ( Kuhabisi Suamiku Dengan Elegan

"Siapa yang nyuruh kamu nyalain rokok di sini? Apa kamu tidak lihat ruangan ini full ac?" "Emangnya kenapa? Kamu mau? Nih ambil kalau mau." Dia melemparkan rokok itu kelantai, menawariku layaknya seperti memberi makan seekor 4nj1ng. Aku menghela napas kasar, merasa pusing menghadapi bocah yang satu ini. Ternyata dia benar-benar seorang psikopat. "Heh. Hape saya tadi mana? Cepat balikin. Saya punya banyak data pribadi disitu."
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

Fandi lalu memberikan sebuah kertas dan pensil. "Silahkan gambar apa yang sedang mbak Bening pikirkan." "Apa saya sedang menjalani tes psikologi?" Fandi tertawa karena pertanyaan Bening. "Tidak. Saya cuma mau lihat, kata Reyhan hasil gambar mbak Bening itu memiliki makna mendalam. Jadi, saya penasaran." Reyhan sampai melotot pada Fandi. Memang dasar mulutnya seperti ember bocor!
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Terjerat Skandal Akibat Ambisi Mertua

Terjerat Skandal Akibat Ambisi Mertua

Ia tahu ini bukan tentang melupakan masa lalu, tapi menerima bahwa masa lalu itu ada dan mereka masih hidup melewatinya. Suatu sore, setelah sesi terapi, Aulia pulang membawa kertas bergambar. “Psikolog bilang aku boleh nulis atau gambar kalau ngerasa sesak,” katanya. Raka tersenyum, “Kamu mau aku lihat?” Aulia menggeleng, “Belum.”
10985 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai tes psikologis gambar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status