Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Hanya hati masing-masing yang berbicara. ‘Terima kasih, Tristan, karena telah memberiku kenangan terindah dalam hidupku. Meskipun aku tak mungkin memilikimu.’ ‘Terima kasih, Ara, karena menemani aku menyaksikan keindahan demi keindahan yang tak mungkin aku lupakan. Meskipun aku tidak bisa memilikimu.’
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kata kakek menengahi. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah selesai makan malam tadi, aku langsung masuk ke dalam kamar untuk merebahkan tubuhku, sementara Mas Hanif pamit pergi karena ada keperluan sebentar. Akupun akhirnya tertidur karena merasa badan ini sangat lelah. Aku bermimpi, di alam bawah sadarku, aku melihat seorang gadis sedang duduk sendirian di tepi sungai sambil menekuk kedua lututnya dan menangis. Ku hampiri dia dan aku tepuk pundaknya, seketika dia menengok dan tiba-tiba dia berucap "tolong aku. Tolong balaskan dendamku!"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas

Kenangan yang Tertinggal di Musim Panas

Akhir-akhir ini, semua orang di SMA Negeri 1 menyadari ada yang berubah pada diri Emilia Prasetyo. Dulu, semua orang merasa dia sangat bucin dan bodoh. Setiap hari, dia selalu berusaha mendekati Aaron Saputra. Namun, dia tiba-tiba tidak lagi muncul di hadapan Aaron, melainkan belajar dengan serius. Semua orang pun tertawa dan mengejeknya. "Apa gunanya belajar? Sudah terlambat!" Semua orang di SMA Negeri 1 mengira Emilia hanya cantik, tetapi bodoh. Tidak ada yang tahu bahwa dia sebenarnya hanya berpura-pura. Selama tiga tahun di SMA, Emilia menjaga nilainya tetap berada di ambang batas kelulusan dalam setiap ujian. Sampai ujian masuk perguruan tinggi hari ini, dia baru berhenti berpura-pura.
309 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Memories of Jonathan & Emily

Memories of Jonathan & Emily

Memori. Satu kata yang tak akan pernah lekang oleh waktu. Seperti kata pepatah; setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Yang tersisa hanyalah kenangan. Sebuah kenangan indah yang pernah terukir bersama dengan orang tersayang. Kenangan yang akan selalu tersimpan dalam sanubari, bahkan sampai ajal menjemput. Kenangan yang menjadi penopang seseorang, hingga mampu berdiri tegar menjalani hidup seperti sedia kala.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

M’ ‘Rudi. Gila, Bro! Gue nggak pernah nyangka kalo dari cerita, gue yang konyol dan bengal jadi sobat yang paling berarti buat Loe. A million thanks for everything. Semoga gue bisa balas semua yang pernah Loe lakukan selama ini, suatu saat nanti! My best appreciation for our friendship. I’ll always remember how those things become the most valuable memories in my life. A.M’
1046.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Not A Perfect Marriage

Not A Perfect Marriage

Race memeluk Ivy erat dan berkali-kali mengucapkan terima kasih. "Terima kasih sudah bangun, Iv." ***
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Its hard to erase someone from your memories and life, whom you loved the most someday. How do you say good bye when your heart still want to hold on? ***
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

"Terima kasih, berkatmu aku bisa mencicipi manisnya keluarga. Meski hanya sementara, tapi setidaknya aku bisa merasakan kehangatan itu. Terima kasih, kau sudah berjasa besar dalam hid-" Grep TBC
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Memories in High School

Memories in High School

Berulang kali Liya dan Gema mengucapkan kata terima kasih kepada Rey dan sahabat-sahabatnya. "Makasih banyak, Rey! Gue janji bakal jadi anggota yang setia!" Kemudian, Gema berdiri tegak dan menaruh tangannya di pinggir kening. Seperti orang sedang menghormat. "Sama-sama," jawab Rey singkat. "Ya udah, sekarang kita ke markas yuk? Om Pasha sama Tante Ira udah sampai di sana. Katanya ada geng Alastar juga di sana," ajak Clay.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Memory

Memory

kata Aksara. "Terima kasih," ucapku. "Untuk apa mengucapkan terima kasih, kalian berdua adalah tanggung jawabku," sahut Aksara. "Terima kasih." "Kok terima kasih lagi?" Kening Aksara mengerut. "Karena ribuan kata terima kasih tidak cukup," jawabku. *** Aksara berdiri membelakangiku, dia sedang mencari kaus di dalam lemari. Luka panjang di punggungnya membuatku bergerak mendekat. Aku mengelus punggung Aksara.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai thank you for memories
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status