The Gray Silhouette of Love
Quin mencoba mengakhiri pembicaraan kami.
"Yah, kau benar. Sejak kau menjadi teman favoritku, kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa terasa. But anyway, sekali lagi dan untuk yang terakhir, thank you for cheering me that well. Kau membuatku rindu bertemu"
"No prob, karena kau melakukan hal yang sama untukku juga. Thank you for steal my pain away..." Quin mengucapkan kata terakhirnya itu dengan sambil bernyanyi, "I miss you back MaRuru. Salam untuk Zein"
ตอนยอดนิยม