Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tentara Tampan Itu Suamiku

Tentara Tampan Itu Suamiku

ucap si Tentara "Astaga! Kamu pikir ini sirkuit balap apa? Jelas-jelas mobil saya tuh mau belok, kok situ nyolot? Pokoknya saya nggak mau tahu, ganti rugi mobil saya yang penyok." Ujar Kanaya dengan penuh emosi.
9.9148.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

protes Intan yang masih kaget akan kedatangan sosok tantenya yang ketus. Tante Nena mengenakan pakaian glamor, berkacamata hitam dan kalung emas menjuntai hingga perutnya. Setelah menghadap keponakan, ia baru membuka kacamatanya. "Tante cuma pengen tahu kondisi kamu, kan satu-satunya anggota keluarga tante cuma kamu di sini," ucapnya. "Boleh kan, nginep sehari saja di sini, tidur di kolong ranjang juga gak masalah."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Bab 36 Tiba-tiba saja, Izzah datang, dan seperti biasa menjadi seorang dewi penolong. Uh...muak sekali aku dibuatnya. Semua akhirnya berkumpul di halaman belakang. Sempat terjadi adu mulut antara kami, apalagi Vena, pun tiba-tiba menjadi ikut anarkis, dan menyerang pembantu yang lain. Putri bungsuku ini, memang sangat menuruni semua sifatku.
30.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 892 kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Cibir Adrian. “Bercanda bro, tapi kalau mereka mau ya embat aja ye kan.” Baham terkikik. “Jadi dua-duanya nih, bro? salah satu aja pilih yang mana, aku juga mau tau.” Celetuk Bentara, semua teman-temannya menduga itu hanya bercanda, kecuali Aniya, gadis itu sudah menduga dari awal bahwa Bentara naksir Lara. “Mau, mau. Tuh Bila nunggu kepastian.” Jawab Baham.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
Temaram Hilang Binar

Temaram Hilang Binar

Lapisan kedua adalah keranjang anyaman bambu yang dilengkapi dengan pegangan kecil agar bisa ditenteng. "Bagus sekali," Zahir ikut berkomentar. "Keranjangnya juga bisa digunakan lagi. Iya kan?" Binar menoleh kepada Zahir. Sang kasir memasukkan tanaman ke dalam kantong cokelat kecil berbahan kertas. Ia memberikan kantong itu kepada Binar beserta dengan uang kembalian dan nota pembelian. "Silakan pesanannya. Jika berminat Kakak juga bisa menukarkan nota pembelian dengan kartu ucapan di sebelah pintu keluar. Terima kasih sudah berbelanja."
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
MENCINTAI ABANG ANGKAT

MENCINTAI ABANG ANGKAT

Tidak menyiapkan sepatu, gagang sapu, pentungan, atau apa pun untuk berjaga-jaga dari serangan pria ini? Sungguh kejadian pagi ini membuatku bingung. Malik kemudian masuk dan duduk di lantai. Rumah serba sederhana ini memanglah tidak dilengkapi dengan kursi ataupun sofa. Setiap tamu yang datang hanya dipersilakan duduk di lantai. Nenek melempar gulungan ambal secara kasar. "Dibentang dulu, nanti celana mahal kau kotor," ujarnya kepada Bang Malik.
1047.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai the ambengan tenten
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Siti Sartika
dan tamat... makasih kak Manda... bener katamu ini cerita bikin ngga akan bisa moveon dalam waktu deket.... pasti kebayang-bayang terus manisnya Bang Malik, kocaknya Haikal. dan persahabatan rasa saudara itu nyata adanya... banyak pelajaran dalam kehidupan yang sering terjadi di sekitar kita
Asri Hasriani
Aku suka alur ceritan novel dari author Manda Azzahra terus lah berkarya,didalam cerita novel memiliki kesan yg baik ad sedih, senang, marah,bahagia, sakit hati , kecewa, dan keluarga, bahkan persahabatan yg tak memandang kekurangan masing2, dan yg paling penting adalah CINTA MEREKA YG TULUS.
Baca Semua Ulasan
Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa END Enam bulan kemudian. “Mbak, ini kerupuknya digoreng nggak ngembang, jadi saya balikin, ya.” Aku dan Santi saling pandang. Masih bingung dengan maksud Bu Lisa, tetangga baru kami. “Baru diambil dikit, kok. Baru sekali ngegoreng. Nih,” Bu Lisa meletakkan bungkusan kerupuk mentah di meja yang berisi dagangan lain.
1024.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 877 kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

BERANTAKKAN. Next?
9.949.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

“punya kamu gede juga ya mbar, sering dimainin sama pak Joko ya? Tanya Sada mengintrogasi. “Huss ngawur kamu mas, emang kalau tete sering dimainin bisa jadi gede apa ? Sini hidung kamu aku mainin gede nggak lubang hidung kamu hilang iya haha” jawab Ambar tak terima saat membahas asal usul tete Ambar yang besar. “Kenyal banget mbar aku suka, tapi kenapa rasanya yang sebelah kiri manis dan yang sebelah kanan enggak ya mbar?
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai the ambengan tenten
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status