Nanami Kento bukan sekadar mentor bagi Yuji Itadori—dia adalah simbol stabilitas dalam dunia jujutsu yang kacau. Dalam 'Jujutsu Kaisen', hubungan mereka lebih dari sekadar senior-junior; Nanami mewakili sosok dewasa yang Yuji idamkan, seseorang yang tegas namun humanis. Saat Nanami tewas melawan Mahito, reaksi Yuji bukan sekadar kesedihan, melainkan titik balik psikologis. Dia menyadari betapa rapuhnya hidup penyihir, bahkan bagi yang paling kompeten sekalipun. Adegan itu memaksanya untuk mempertanyakan idealismenya tentang 'kematian yang baik'.
Perubahan sikap Yuji pasca-kematian Nanami terlihat jelas. Dia menjadi lebih agresif dalam pertarungan, terutama saat menghadapi Mahito. Kemarahannya yang biasanya terkendali meledak, menunjukkan bagaimana kehilangan itu mengikis naivetasnya. Nanami pernah berkata, 'Jujutsu sorcery adalah kerja yang menyebalkan,' dan sekarang Yuji mulai memahami sepenuhnya makna kata-kata itu. Kematian Nanami mengubur sisa-sisa persepsi heroik Yuji tentang dunia jujutsu, menggantinya dengan determinasi getir untuk bertahan demi menghormati orang-orang yang telah pergi.