Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENARI ITU WANITAKU

PENARI ITU WANITAKU

Flora diam mendengar tidak tau menjawab apa. "Ah sudahlah, ayo kembali tuan, anginnya tidak bagus." ujar flora memilih berjalan mendahului Veekit yang masih berdiri menatapinya. Jika hari terang, maka Veekit bisa melihat wajah putih Flora sudah berubah menjadi merah karena menahan sesuatu. Buggh...
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kupilih Setelah Kematian

Cinta yang Kupilih Setelah Kematian

Luke mengangguk, "Ya. Aku ingin dokumen itu di mejaku sore hari nanti." ***** Bergeser sedikit ke selatan, seorang wanita penghuni tanah Hawthorne sedang berjalan-jalan di hamparan bunga yang tumbuh subur di sekitar wilayahnya. Hari ini, sang Adik Ametis memesan untuk dibawakan seikat bunga peony berwarna merah. Anne dengan senang hati mengabulkannya. Ia satang sendiri di pagi hari, membawa keranjang bunga dengan tangannya sendiri tanpa membawa Rose. Ia memaksa untuk memiliki waktunya sendiri.
64.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku

Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku

Mereka sedang menanam bunga lily of the valley, bunga yang sama dengan yang ada di altar pernikahan kami. ​"Papa, kenapa bunganya harus ditutup tanah?" tanya Kimberley dengan rasa ingin tahu yang besar. ​Nickollas berlutut, mengabaikan jas rumahannya yang kotor terkena tanah. "Karena sesuatu yang indah butuh waktu untuk tumbuh dalam kegelapan sebelum akhirnya siap melihat matahari, Kim. Sama seperti kita."
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Menantu Dewa

Menantu Dewa

Dia dengan segera berjalan menghampiri. Sambil mengabaikan tatapan dari semua orang yang ada di sana, dia mengeluarkan bunga dari balik badannya. Kemudian, dia berkata dengan lembut, “Sayang, kita akhirnya bertemu juga. Kamu sungguh cantik hari ini. Aku sungguh merindukanmu!”
9.374.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti Duda Arogan

Istri Pengganti Duda Arogan

"Bagaimana bisa?" "Aku datang ke toko bunga yang nggak asing di mataku. Aku masuk dan bertemu dengan Ibu pemiliknya. Dia menunjukkan bunga yang sering aku beli dan aku mengingat semuanya. Bahwa ... bunga peony itu mengingatkanku padamu. Dan ...." "Dan?" "Bunga baby breath membuatku ingat dengan dagu kecilmu ini." Nial memandang dagu Bela.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Wanita Simpanan 2 CEO

Wanita Simpanan 2 CEO

Love makes us strong, then makes us weak. Love makes us see, then makes us blind. Love makes us able, then makes us disable. ~ Sacrifices of Love ~ * * * * * Flora membuka matanya. Wanita yang saat ini tengah berbaring di tempat tidur itu memandang langit kamarnya yang berwarna putih. Kemudian tatapannya tertuju ke arah jam sudah menunjukkan jam dua pagi. Flora segera menegakkan tubuhnya sebelum akhirnya turun dari ranjang. Dia berjalan menuju pintu kamarnya. Membukanya dan melangkah keluar. Kedua kakinya berhenti tepat di depan pintu kamar Arion.
1029.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

tanyanya. “Hilang. Lagipula HP gua udah lowbet dari pertama naik gunung.” Uswah berdecak. “Kita harus segera turun dari gunung ini,” ia memapahku. “Lu lihat itu,” Uswah menunjuk rerumputan. Ada kembang berwarna putih yang bertaburan di sana. “Itu kembang melati. Gua ngikutin kembang itu dan ketemu sama lu di sini. Kita ikutin kembang itu aja. Siapa tahu itu jalan pulang.”
8.314.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 548 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Perempuan Yang Merebut Suamiku

Perempuan Yang Merebut Suamiku

"Iya, waktu itu ada yang nyebar bibit bunga di pinggir, eh ternyata malah subur dan berbunga. Jadi makin bagus desa kita ini. Aku dan Mas Anjar menghampiri Sofia yang tengah asyik berkejaran dengan kupu-kupu. "Ini namanya bunga Zinnia," ujar Mas Anjar. Dia memetik setangkai bunga berwarna pink fuccia lalu diselipkannya diantara kerudung dan telingaku. "Cantik ..." pujinya lirih membuatku tersipu.
1055.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
60 Hari Pernikahan Kontrak dengan Pewaris

60 Hari Pernikahan Kontrak dengan Pewaris

*** Salju-salju mencair di bawah sinar matahari pagi yang cerah, Alice terlihat sibuk membersihkan rumah dan mempersiapkan sarapan untuk Athur yang masih tidur. Suara ketukan di pintu terdengar, membawa Alice pergi keluar dan bertemu dengan kurir yang biasa dia temui setiap paginya. Sebuah bunga, Alice kembali menerima bunga dari Hayes, kali ini dia mendapatkan bunga wisteria, sebuah bunga yang beraroma manis menyenangkan. Setiap hari yang berbeda, Alice selalu mendapatkan bunga yang berbeda seakan Hayes akan terus memberinya seluruh bunga yang ada di dunia ini.
9.8296.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.0K kali sebagai the flower we saw that day
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
putri lily
cerita bagus tidak mudah ditebak, walau kurang bnyk adegan bahagianya ketimbang sedih dan tragisnya, tapi aku suka gaya ceritanya penulis asayake ini, dan buku sbelumnya yg crta masuk ke tubuh nona muda yg gendut apa lupa judulnya itu novel yg paling bagus menurut aq
Stalviana Suthida Vendra Vendriana
Membaca untuk yg kedua kalinya. jujur saja belum bisa move one dari second male lead yang dikemas terlalu sempurna hingga membuat galau harus pilih siapa. perkembangan karakter perempuan yang tidak tahu apa-apa dan mengalami trauma berat, berjalan tidak berlebihan dan realistis.
Baca Semua Ulasan
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Daisha berjalan sembari menatap langit dan juga memetik bunga kamelia. Musim dingin membekukan bumi Bunga kamelia jatuh dari langit. Naga kecil terbang memeluk matahari. Matahari memeluk bumi. Daisha melangkah dan bersimpuh di depan Aldwin, memberikan bunga kamelia itu padanya. Daisha tersenyum. Sementara Aldwin membeku untuk beberapa saat. Tangan Aldwin terangkat dan akhirnya mengambil bunga kamelia itu dari tangan Daisha. Setelah itu Daisha berdiri, wajahnya masih tersenyum.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai the flower we saw that day
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status