Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Thirty Days

Thirty Days

Bus berhenti mendadak, membuat Nohan terkejut dan menatap sekeliling. Tak ada apapun, hanya ada kendaraan yang berlalu lalang. Apakah busnya menabrak pejalan kaki? Ya akhirnya Nohan memilih turun, dan membayar busnya. Usai turun rupanya bus ini belum mau melaju. Bus ini punya kemampuan super yakni takkan berjalan jika ada sesuatu, atau seseorang yang menghalangi jalannya. Nohan yang penasaran akhirnya melangkah ke arah depan bus, dan ternyata ada sosok mungil berdebu tengah meringkuk di sana.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
Perjalanan Cinta dan Harapan

Perjalanan Cinta dan Harapan

El membuka mulut… tapi nggak ada suara yang keluar. Untuk pertama kalinya, ia merasa seperti orang yang datang paling akhir dalam sebuah cerita yang sudah mulai lama. Dan ironisnya— Tiara menoleh ke arah El dari kejauhan. Sejenak, mata mereka bertemu. Tapi hanya sebentar. Karena setelah itu, Kenzo memanggil Tiara untuk melihat sesuatu di HP-nya… —dan Tiara kembali tersenyum.
689 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
JULLIO and HILLARY

JULLIO and HILLARY

“Aku yakin kau akan melupkannya sebelum seribu purnama itu datang.” “In that case, I'll record it in a journal so that I always remember how many full moons I have passed to have you completely. Never mind a thousand full moons, every breath I take I am willing to give it to you. So you know how much I have made you the goal of my life. And to assure you, I am willing to sail the oceans, climb the highest peaks of the mountains, treading every inch of the earth just to prove to you how much it feels to you, Hillary.”
9.48.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
A Wandering Star

A Wandering Star

Mereka berjalan menuju halte bus, dan ketika bus sudah datang, mereka perlahan naik, diikuti beberapa orang yang hendak menaiki bus itu juga. Dalam perjalanan pulang, Higiri kecil terus menerus melihat ke arah trotoar jalan, berharap bisa, dan masih bisa menemukan Kenta, namun sampai bus yang ia naiki berhenti di halte yang dekat dengan rumah tinggal sementaranya, ia tidak menemukan ataupun melihat Kenta, sama sekali tidak. Bahkan, setelah masuk ke dalam rumah, mandi, dan jam dinding sudah menunjukan pukul sembilan malam ketika Higiri kecil masuk ke dalam kamar tidurnya, ia terus bertanya, apakah ada hari esok bisa bertemu dengan Kenta, dan mengajaknya bermain bersama?
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
Journey of Life

Journey of Life

tanya Jessy kepada Susi. “Dia.” Susi menunjuk ke arah laki-laki yang tubuhnya lumayan tinggi dan kekar tersebut. Laki-laki yang telah menghajar ardi tadi menatap wajah Jessy yang dimatanya terlihat sangat menawan.Tapi Jessy merasa jijik dengan tatapan laki-laki tersebut, sehingga dia melepaskan sepatunya lalu melemparkannya kewajah laki-laki tersebut, seketika laki lakiitupun berteriak dengan sangat keras, karena ujung high heels yang dilemparkan oleh Jessy tepat menngenai matanya. Dan teriakan laki-laki itu membuat orang-orang yang berada di restoran tersebut makin memandangi mereka.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Tetapi karena ingin menjernihkan pikiran ia ingin senang-senang sendiri dengan jalan-jalan. "Mau kemana lo jam segini?" tanya Jihan ketika keluar dari kamar. Kanza tebak pasti wanita itu lembur sehingga jam segini baru bangun. "Mau jalan-jalan sendiri, me-time gitu sebelum gue jadi kelelawar besok." Kanza sudah bersiap rapi dengan pakaian kasualnya kini memakai kaos kaki di sofa. "Hah kelelawar?"
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
Perjalanan Menemukanmu

Perjalanan Menemukanmu

Di seberang tebing itulah terhampar sawah yang amat luas dan hijau. "Entahlah. Kupikir orang-orang di desa memang senang membuat jarak antara rumahnya dengan rumah orang lain. Lagipula selagi ada listrik dan air bersih, bagiku dan kakakku hal itu sudah cukup. Oh ya, Pak Tomi, jangan lupakan kalau aku dan kak Hestia hanya anak keluaran panti asuhan. Uang kami terbatas hehehe." Jeanne menyisipkan sedikit tawa di akhir kalimatnya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
The Perfect Stranger

The Perfect Stranger

Tentu saja, dengan sangat cepat Bima pun berlari untuk menangkapnya. Tetapi, tak kalah cepat dengan Bima. Seseorang itu pun berlari dengan sangat cepat, bahkan lincah. Jalan buntu. Bima tersenyum kecil saat melihat itu. Tak menyerah begitu saja, seseorang yang misterius ini berusaha membuat alas untuk memanjat melompati tembok besar yang menutup jalannya. Melihat itu Bima langsung mengeluarkan pistolnya, tetapi ia tidak menembak. Ia melemparkan pistol itu kearah punggungnya sehingga ia lengah dan sulit menggapai ujung tembok.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

"Aku baik saja, sungguh." Deryn bisa bernapas dengan lega setelah mendengarnya. Lantas mencoba melewati beberapa kursi di gerbong 4. Di sana hanya tersisa tulang dan beberapa jejak darah saja. Perjalanan pertama memang selalu saja berhasil, tapi kita tidak tahu di depan sana akan seperti apa. Kaki Delia sebenarnya sudah bergetar sejak enam menit lalu, karena tidak ada manusia yang bersahabat baik dengan air. Apalagi seluruh pakaian yang dikenakan harus selalu basah.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
Petualangan Tujuh Hari

Petualangan Tujuh Hari

Ia berdoa di dalam hati. Langkah Via semakin cepat. Begitu pun orang yang mengikutinya. Langkah mereka saling bersahutan walaupun terkesan saling mengejar. Via tidak ingin mengambil risiko. Ia harus cepat sampai di ujung perbatasan desa. Via berlari sekuat tenaga untuk menghindari penguntit di belakangnya. Sayangnya, langkah besar yang Via ambil kurang menguntungkan baginya karena ada akar pohon besar yang menjalar di perjalanan sehingga Via tersandung dan tersungkur ke depan.
22.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai the hundred-foot journey
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status