Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Alifa memicingkan matanya berpikir. "Buah duku belinya di pasar minggu...." "Cakep...." mereka serentak antusias. "Jangan lupa di bawa ke menantu...." "Cakep...." "Jangan terpaku pada masa lalu...karena masa lalumu bukan masa depanmu...." Mereka bertepuk tangan menggemakan suasana. "Aku...aku...." Roy angkat tangan. "Gih," pinta Alifa.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

Ia telah berusaha dengan baik ia yakin nama terakhir itu akan menjadi miliknya. "Keenam, Saptaji." Damar terduduk lemas setelah mendengar nama terakhir yang disebut oleh senopati. Ia sangat kecewa dari enam nama yang disebutkan tadi tak ada namanya di sana. "Selamat untuk nama-nama yang telah berhasil lolos," tutup senopati sebelum ia meninggalkan tempat.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
TimeLess

TimeLess

Tanya Keiko yang tengah sibuk mencari note book nya. "Bukannya kemarin di pinjam sama temen kamu." Ucap Rasya mengingatkan Keiko. "Iyaa yaa, aku kok lupa." Ucap Keiko mengingat kembali. "Kamu sadar gak, akhir akhir ini kamu sering kelupaan sesuatu. kemarin lupa naruh jam, kemarin lusanya juga lupan naruh handphone mu dimana, lebih parah lagi kamu lupa, naruh dimana liontin peninggalan mama mu. Kamu beneran gak apa-apa Kei?" Tanya Rasya yang merasa akhir-akhir ini Keiko sering melalukan kecerobahan yang tidak seperti biasanya.
9.95.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Cincin terakhir istriku

Cincin terakhir istriku

Memainkan ujung hidung miliknya dan milik Aya. "Selamanya. Aku cuma mau kamu. Maaf atas ketidak tegasan aku. Saat ini. Mau siapa pun laki-laki lain nanti yang akan bersama kamu. Aku akan rebut kamu dari dia. Dengan cara apa pun. Karena aku, cuma milik kamu, dan kamu, cuma untuk aku, Aya. Pegang- kata-kataku, kita tidak akan bisa pisah. Mau sejauh jarak dan waktu. Kita pasti akan terus bertemu. Pasti." Lalu Rangga memberikan ciuman terakhirnya di bibir Aya. Lalu memeluk Aya erat dan keduanya kembali tenggelam dalam air mata. ***
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 742 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Benteng Terakhir Pernikahan

Benteng Terakhir Pernikahan

“How’s yours?” “My life has been quite boring lately. Produksi sudah hampir selesai, saatnya bagian promosi bekerja. Time to step back, I guess.” “Step back is good. Menikmati hasil kerja kerasmu. Beristirahat, atau... entahlah... lakukan sesuatu yang sudah lama tak bisa kau lakukan karena pekerjaan?”
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

Wajahnya jelas-jelas tersenyum, tapi bagiku dia tampak seperti ular berbisa yang dingin, membuat sekujur tubuhku merinding. “Kak Vivi, Colaku sudah mati. Seharusnya kamu juga nggak perlu bawa kotak abu palsu begini hanya untuk memesan lahan makam demi menipu James dan cari perhatian. Cola itu nyawa yang berharga, aku ingin dia bereinkarnasi dengan baik di kehidupan selanjutnya. Berikan saja lahan ini pada Cola, ya?” Lahan ini khusus kupilih di tempat yang paling banyak terkena sinar matahari, dengan harapan di kehidupan mendatang Leo bisa hidup sehat dan bahagia.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status