Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Femme Fatale

The Femme Fatale

Jose tertawa dengan kalimatnya sendiri. Entah kenapa, nada suara wanita yang dia panggil Bi Rona itu tampak sangat bahagia kali ini. Jose juga bisa memastikan bahwa wanita itu sedang dalam suasana hati yang sangat baik sekarang. "Syukurlah, senang mendengarnya." "Hari ini, Keluarga Barclay mengadakan jamuan makan siang. Apa tidak sebaiknya Bibi ikut bersamaku?" tanya Jose.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
Wanita Supranatural

Wanita Supranatural

Lalu Cantika mengikuti wanita itu masuk ke dalam rumah. Wanita paruh baya yang mungkin ART itu mempersilakan Cantika menunggu di ruang tamu. Tak berapa lama seorang Ibu berkulit putih dengan wajah mirip David muncul dan langsung duduk di hadapan Cantika. “Maaf, ini siapa, ya?” tanya Ibu itu pada Cantika “Nama saya, Cantika," Cantika memperkenalkan diri. "Ini Ibu Mery?"
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
Wanita Sandwich

Wanita Sandwich

Jadi Tami menyahut dengan agak sarkas, “Memangnya kamu mau apa biar ramai? Demo?” “Ya, bukan begitu juga. Kalau diam-diam begini saja, bukannya jadi canggung. Bagaimana kalau menonton DVD saja?” Selena memberi usul, lalu menoleh ke arah Rostiana si pemilik rumah, “Kamu punya film apa saja?” “Nggak punya. Nggak ada DVD,” jawab Rostiana pelan. “Oh.” Mulut Selena maju beberapa satu inchi. Matanya mengedar ke seluruh ruangan kamar, menyadari sesuatu.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
WANITA KEDUA SUAMIKU

WANITA KEDUA SUAMIKU

Aku mengangguk. Mobil mulai melaju keluar dari area parkiran apartemen. Mataku menatap keluar jendela, melihat kendaraan lain berlalu lalang, aku menatap perempuan yang berdiri di atas trotoar dekat lampu merah, dengan pakaian begitu cetar dan make up yang tebal. "Mamanya Adel?" Gumamku.
5.126.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 935 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
Pembalasan Wanita Terhina

Pembalasan Wanita Terhina

"Assalamualaikum, Nirmala." "Waalaikumsalam, Bang, tadi Nirmala lewat lalu melihat Abang yang sedang berboncengan dengan wanita yang amboi, cantik dan manis nian parasnya, bolehkah Nirmala berkenalan?" Raihan kembali tersenyum, begitu juga dengan wanita tadi, pandai sekali Nirmala menutupi rasa cemburunya dengan cara elegant. "Bang, ini Kak Nirmala? Wihh cantik kali Bang, macam artis Turki," ucap wanita tersebut dengan mata berbinar, Raihan mengangguk lalu wanita itu menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
520.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 609 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
My Another Boss

My Another Boss

Dia penasaran dengan masalah lain yang terjadi. Sementara itu, di kediaman Juan sendiri terdapat seorang wanita memakai dres merah dengan kacamata hitam, rambut berwarna coklatnya tergerai. Dia dengan santai meminum secangkir teh dengan anggun, jari kelingking pada tangan kanan yang memegang cangkir terangkat ke atas. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Juan risih.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

BUKAN PEREMPUAN PANGGILAN

Suara perempuan yang sedang berbincang dengan Bagas membuatnya mengernyit heran. Sepertinya dia kenal dengan suara itu. Laras pun coba menyingkap tirai putih yang menutupi jendela guna melihat lawan bicara suaminya. Matanya melotot kaget. Mbak Anya? Di teras depan rumah tampak Bagas yang sedang mengobrol dengan seorang perempuan. Laras tidak menyangka jika perempuan itu adalah Anya. Rekan satu profesi dengannya.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain

Menjaga Kesucian Untuk Wanita Lain

"Tentu nggak keberatan! Saya yakin istri saya pun pasti akan setuju dengan senang hati." Richard pun mengambil lukisan itu, lalu mengangguk sebagai salam perpisahan. Namun saat baru keluar dari rumah, dia berpapasan dengan seorang wanita hamil yang tampaknya akan segera melahirkan. Dia hanya mengira wanita itu tinggal di unit yang sama, jadi tidak terlalu memperhatikan. Karena itulah, ketika masuk ke dalam lift, dia tidak tahu bahwa beberapa saat kemudian, wanita hamil itu akan bertengkar dengan Damar.
16.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
Perempuan Kedua

Perempuan Kedua

tanya Yumna. Arini hanya mampu menggelengkan kepala, ia tak sanggup untuk menatap mata wanita cantik yang tengah hamil tersebut. Tangannya terlihat gemetar entah perasaan apa yang kini menghampirinya. "Arini, kita sama-sama wanita. Kamu lihat saya sedang hamil tua, kami sedang menantikan kelahiran anak kami, apa sebagai wanita kamu tega merusak kebahagiaan wanita lain?"
327 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
Wanita Kedua

Wanita Kedua

jawab Kinaya sarkas, bukannya menatap lawan bicara, wanita itu malah memerhatikan kukunya yang dicat merah menyala. Sebenarnya Dru enggan menanggapi ocehan wanita yang kini mengenakan setelan blazer hitam itu. Namun, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Aroma Kinaya pagi ini berbeda dengan parfum yang biasa dia pakai. "Aya, kamu ganti parfum?"
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai the other woman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345

Pertanyaan yang Sering Diajukan

I picked up 'The Other Woman' expecting a standard thriller about an affair, but it ended up digging into conflicts that felt disturbingly recognizable. The main tension isn't just between the wife and the mistress; it's between the woman and the version of herself she's expected to be. Her conflict with the 'other woman' becomes a warped reflection of her own internal battle—what she's willing to tolerate, what parts of herself she's buried to keep the peace. The book is clever because it uses the external, dramatic threat to pry open the quieter, more insidious conflicts of a gaslit relationship. You keep waiting for a physical confrontation, but the real damage is psychological, the slow erosion of reality.

It also explores the conflict between societal narrative and personal truth. Everyone tells her she's lucky, her husband is a catch, so her discomfort becomes her secret, her problem. That isolation is a huge part of the relational conflict; she can't even articulate it to friends without sounding paranoid or ungrateful. The 'other woman' plot is almost a MacGuffin; the core is the conflict between the curated life and the crumbling one beneath it.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status