Mendengar nama The Rev selalu bawa gelombang nostalgia. Jimmy Sullivan, drummer Avenged Sevenfold yang legendaris itu, meninggal di usia 28 tahun pada 2009. Penyebab resminya adalah keracunan akut akibat kombinasi oxycodone dan diazepam, tapi bagi penggemar yang sudah mengikuti perjalanannya, ada lebih banyak lapisan cerita.
Semasa hidup, The Rev dikenal sebagai sosok yang kompleks—jenius musik dengan teknik drumming outside the box, tapi juga bergulat dengan depresi dan penyalahgunaan zat. Album 'Nightmare' yang dirilis setelah kematiannya seperti menjadi testimoni akhir; lagu 'Fiction' bahkan dikatakan sebagai 'surat perpisahan' yang ia selesaikan sehari sebelum meninggal. Aku selalu merasa ada ironi pahit dalam bagaimana kreativitasnya yang liar justru mungkin jadi pedang bermata dua.
Yang bikin ngeri, pola kematiannya mirip dengan banyak musisi lain yang terjebak dalam '27 Club'—meski umurnya sedikit lebih panjang. Tapi berbeda dengan kasus overdosis biasa, ada rumor bahwa ia punya kondisi jantung genetik (cardiomegaly) yang diperparah oleh obat-obatan. Kebenarannya mungkin tetap jadi misteri, tapi yang pasti, dunia metalcore kehilangan salah satu innovator terbesarnya.