Madu Suamiku
Tidak jauh dari sana, bersandar pada pilar marmer, Melisa berdiri dengan gaun malam berwarna merah marun berpotongan tegas.
Mereka berdua sengaja tidak saling menyapa untuk menjaga jarak, namun sepasang mata mereka memancarkan kilat yang sama, penantian akan sebuah kehancuran besar. Melisa bahkan sudah tidak sabar membayangkan detik-detik Zahra menangis histeris, menuntut cerai, dan melihat Zean merangkak di bawah kakinya, memohon perlindungan dari skandal yang menjijikkan ini.
“Sedikit lagi... sedikit lagi kalian akan sujud di hadapanku,” batin Melisa bersorak gila.
Hot Chapters