Melayat Setelah Dilayat
"Kita masuk dulu, sebelum ada yang melihat kedatangan kita. Ibu nginep sini aja dulu, ya."
Entah berapa lama kami tertidur, aku bangun karena terusik suara gedoran pintu yang sangat keras dari pintu belakang. Hendak beranjak, tapi aku takut. Bu Naji tetap pulas tidur di sampingku. Mungkin dia kecapean.
Aku lihat sendiri saja, masa di rumah sendiri ndak berani, pikirku.
Baru beberapa langkah aku meninggalkan ranjang, telinga ini seperti mendengar suara orang dari balik pintu kamar ini.
ตอนยอดนิยม