Jodoh Jebakan Dari Opa
Pagi harinya, Raka membuka mata yang masih setengah mengantuk, tersenyum nakal sambil menoel pipi Anaya di sampingnya.
“Sayang, bangun udah pagi. nyenyak amat tidurnya. !”
Anaya menggeliat, lallu membuka matanya perlahan, bukannya bangun, ia tidur lagi sambil memeluk Raka kembali.
“Mas, pengen meluk mas terus kek ginil.”
Gelak tawa kecil itu menandai kebiasaan baru mereka, tidur berdua tanpa jarak, dekat, hangat, nyaman, dan penuh cinta.
Sikat na Kabanata