Pacarku Si Ketua OSIS
“Belum. Arga bilang dia nggak mau terburu-buru, dan... aku ngerti. Tapi di satu sisi, aku juga bingung. Aku nggak tahu harus nunggu sampai kapan.”
Maya menatapku dengan penuh simpati.
“Aku ngerti perasaanmu Nay. Tapi kalau aku boleh kasih saran, jangan terlalu banyak mikir. Kalau Arga memang butuh waktu, ya kasih dia waktu. Jangan terlalu diburu-buru, biarkan semuanya berjalan alami.”
Aku terdiam, merenungkan kata-kata Maya. Mungkin dia benar. Aku terlalu banyak berpikir, terlalu banyak mengkhawatirkan hal-hal yang mungkin sebenarnya tidak perlu.