Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tawanan Pewaris Psikopat

Tawanan Pewaris Psikopat

Sama seperti rasa penasaran yang membuatnya terjebak hingga saat ini. “Tante gak pernah tau kalau dia memiliki sisi yang begitu gelap. Tante terlalu dibutakan oleh rasa cinta yang dia agung-agungkan,” Wanita itu menggenggam tangan Meta. “Kamu tau kalau Xadira punya mimpi besar, bukan?”
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
TANYA HATIMU (Indonesia)

TANYA HATIMU (Indonesia)

kata Eric. Ibu Mayang yang melihat ke arah tangan Eric yang memegang tangannya malah kaget melihat tangan Eric memar di kepalannya, dan ada bercak darah di sana. "Nak Eric dari mana Nak, kok bisa seperti ini? Tunggu di sini Nak Eric, ibu ke dalam sebentar." ibu Mayang berlalu dan cepat kembali membawa baskom yang berisi air hangat dan minyak tawon, memang orang Malang sering menggunakan minyak tawon untuk segala hal, luka sedikit karena goresan atau saat terkilir. Ibu Mayang membersihkan luka Eric dan mengoleskan minyak tawon ke tangan Eric dengan sangat telaten. "Nak Eric hati-hati ya, rajin sekolahnya, raih cita-cita, biar sukses." kata ibu Mayang yang sudah selesai mengobati luka Eric.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai titah aw
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Ayne Kim
mustahil jika persahabtan cewek dan cowok tidak mendatangkan cinta. kadaang sepihak,, kadang dua2nya saling cinta tp takut mengungkapkan. ya, seperti eric. kasian juga sebenarnya. sini sama ayn ja Eric. banyak anak aku yang nganggur nihh hehehhe
Sweet July
Agak kesel sih sama Mayang. Msh SMA udh kenal alkohol. Tp ya mgkin krn dia anak broken home, jd pelariannya kesitu. Btw, aku kok ngerasa Marco itu baik ya? Entahlah. Aku baru baca sampe part menyuapi es krim. Ntar aku lanjut lagi ya... Semangat lanjutin ceritanya....
Baca Semua Ulasan
Titip

Titip

“Cabe yang hijau sudah direbus, Ti?” Ayuk Siti yang sedang sibuk memcuci sesuatu di sink menoleh dan tergopoh mengaduk sesuatu di panci. “Sedang di rebus, Mak.” “Lekaslah. Sebentar lagi Abak balek dari kantor.”
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
Adit dan Tia

Adit dan Tia

Sekarang aku kembali gila saat bertemu dengan Adit laki-laki yang akan aku usir dari hidupku dengan cara apapun. Baiklah, sekarang kalian mulai taukan kenapa Tia benci banget sama cowok kayak Adit, nah ini adalah alasannya tapi kenapa membiarkan Nara sama Febri yang padahal juga urakan? Nanti aku jelasin di part-part selanjutnya. Selamat membaca dan maaf agak lama up nya. Hehehe.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

Does it scare you? That you might love someone that much someday, just to lose them too? —Cheryl McIntyre _________________________________ “Eh buset, merinding gue baca WA-nya Yang Mulia Ratu,” racau Tito lantas melempar ponsel ke meja bar setelah dengan amat terpaksa membagikan lokasi dirinya berada kepada Jameka. “Apaan?” tanya Lih Gashani—sahabat Tito—yang kebetulan baru selesai memesan segelas goblet rum cokelat tanpa campuran apa pun dan shisha[4] kecil ke bartender.
622 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
ALVAREZ

ALVAREZ

*** Leader's order, please. Titah tersebut biasanya dikeluarkan oleh ketua Vagolazer di saat-saat yang mereka pikir penting dan harus dilakukan/dituruti pada saat itu juga. Jelas ketika Alvarez mengucapkan hal langka tersebut, Sanchez menyipit mata heran bahkan sampai tertegun. "Seriously?" "Seriously." Sanchez menarik napas kesal, tapi mau gak mau melepas tangan Athena perlahan.
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
Silakan Nikahi Saja Ibumu, Mas!

Silakan Nikahi Saja Ibumu, Mas!

Tiba-tiba Tiitt … tittt … tiitttt …. Brakkkkk
9.973.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Aku mulai panik karena susu yang tersisa hanya tinggal yang ada di dalam botol saja. Aku malah menemukan secarik kertas di dalam tas itu. Di sana tertulis 'Melati Lestari' dan lengkap dengan tanggal lahirnya. "Aku juga masih ingat tanggal lahirnya. Kenapa harus Melati? Aku ga mau ngambil nama kembang, takut jadi kembang busuk kaya si Mawar. Amit-amit!" Aku pun berpikir. "Siapa, ya? Mmm ... Indah. Ya, Indah aja. Bagus namanya, ya Indah, ya?" Kutatap bayi itu.
8.77.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

“Astaga—“ Ratu tersentak, matanya membesar. Jari-jarinya mengeras sejenak, seolah tak percaya. “Ini... tidak seperti pejantan-pejantan sebelumnya.” Wirya menahan napas, darah berdesir ke pipinya. Ukurannya yang memang di atas rata-rata kini menjadi pusat perhatian di ruangan ini. Ratu Arunya tiba-tiba tertawa, suaranya bergetar antara terkejut dan kagum. “Kirani, sayang, kau benar-benar diberkati.” Tangannya masih tak bergerak dari posisinya, seolah mempelajari setiap inci. “Dengan ini, proses pembuahan akan lebih... menyenangkan.”
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai titah aw
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status