Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH

CINTA DALAM DUSTA : AKU BUKAN WANITA LEMAH

“Tuan, apakah anda ingin mampir ke toko bunga. Kita sudah sampai.” Arga kemudian mematikan laptop dan menutupnya. Ia kemudian memasukkan ke tas, lalu membawa tasnya. Pintu dibuka dan ia melangkah, dengan tampan yang mapan. Arga kemudian berjalan dan masuk ke toko dengan gagap. “Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang wanita. Alinta suka bunga mawar kuning dan bunga anggrek, ia pasti suka bunga ini. Pikir Arga, sambil mengambil lima tangkai mawar dan anggrek.
107.8K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
The Devil CEO

The Devil CEO

Atasan mereka mengendarai mobil seperti di kejar setan alias ngebut. Sepuluh menit kemudian, Ethand sudah sampai di toko bunga. Nama yang tertulis di pintu masuk toko itu seperti nama yang tidak asing. Jones Roses. Ethand belum menyadari apa yang mengganjal dipikirannya ketika membaca nama toko bunga itu.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 292 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Pengantin Dari Sebuah Tragedi

Pengantin Dari Sebuah Tragedi

Tujuannya jelas: Petal Home. Siang menjelang sore, Ananta tiba di Petal Home—sebuah toko bunga yang asri di sudut kawasan bisnis Jakarta. Aroma harum mawar dan lili segera menyambutnya begitu ia mendorong pintu kaca berlonceng kecil di atasnya. Di balik meja kasir yang dihiasi rangkaian bunga segar, Bella mengangkat wajah. Gadis muda itu segera mengenali sosok tinggi tegap yang masuk dan seulas senyum formal terbit di bibirnya.
1033.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Namun kini aku sadar, yang dulu kuanggap cinta… ternyata hanyalah penebusan dosa, sekaligus rantai untuk mengikatku. “Oh ya, gimana kalau kita ke rumah baru, dekorasi kamar pengantin kita?” Rangga memotong lamunanku. Aku hanya bisa mengangguk. Rumah itu berada di barat kota, sebuah vila mewah yang dulu membuatku terpesona. Rangga bilang rumah ini dipilih sesuai seleraku. Namun berbeda dengan kunjungan pertama yang penuh tawa, kali ini hawa dingin menusuk saat aku melangkah masuk.
28.1K viewsCompletedAdded to Library 731 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Perfect Wife (Dangerous)

Perfect Wife (Dangerous)

Tanya Rose. "Beberapa terakhir kemarin aku pergi untuk membeli bibit bunga untuk stok persediaan di toko ku, dan ini pun salah satunya. Kebetulan ini hanya ada satu jadi aku berikan saja pada Mama, dari pada pelangganku berebutan karena bunga ini, lebih baik aku berikan saja pada Mama dan ku harap Mama suka bunga ini. " Ucap Leanne. "Tentu saja Mama suka!! Terima kasih, ya Sayang." Ucap Rose.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Gadis Penjual Bunga Incaran CEO Tampan

Gadis Penjual Bunga Incaran CEO Tampan

ucap Arsen pada Lani. Sedangkan saat ini Kinan sudah membuka toko bunga. Dia sedang sibuk melayani pembeli di toko tersebut. Hanya dia sendiri yang berada di toko. Karena, Andre hari ini tidak datang di toko. “Mbak, saya mau beli Bunga Mawar putih 1 ya,” ucap pembeli. “Baik bu. Di tunggu sebentar ya biar saya siapkan dulu,” ucap Kinan.
4.2K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Wanita Penjual Bunga

Wanita Penjual Bunga

Baiklah, Metha harus menegaskan lagi bahwa ia sudah terbiasa diperlakukan seperti ini oleh orang lain. Kini Metha sedang membantu pekerjaan yang lain, yaitu merapihkan bunga-bunga yang tampak acak-acakan, memilah bunga yang sudah mulai layu dan memasukkannya pada keranjang untuk di rawat kembali sebelum benar-benar layu dan tidak layak untuk di jual. "Metha, tolong antarkan bunga ini pada Tuan Robert!" Metha menghentikan kegiatan merapikan bunganya. Ia menoleh ke kiri, mendapati Luxe—pemilik toko ini—yang sedang membawa bucket bunga mawar merah berukuran besar.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Tertawan Gairah CEO Arogan

Tertawan Gairah CEO Arogan

"Sebentar ya." Rico mampir ke sebuah toko bunga. Beberapa saat Rose menunggu di luar, Rico datang membawa sebuket bunga mawar merah. "Rose, ini untukmu." ucap Rico--menyerahkan bunga. "Astaga Tuan, terima kasih, ini cantik sekali." Rose mencium aroma bunga. "Seperti yang menerimanya." "Hahaha, kau memang jago berbicara manis." ucap Rose dengan pukulan kecil.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Suami Pura-Puraku Pewaris Nomer Satu

Suami Pura-Puraku Pewaris Nomer Satu

Rainer menunjuk pada papan monitor yang memuat pesanan bunga dari berbagai daerah. “Iya, dong. Aku tidak akan kaya raya jika hanya bermodal usaha butik buket bunga.” Pasangan suami-istri itu terkekeh mendengar ucapan Rosie. Selain butik yang sifatnya pesanan pribadi, Rosie juga menerima permintaan dekorasi berbagai macam pesta, acara televisi bahkan untuk perkantoran. “Perkantoran di bidang galeri biasanya yang membutuhkan dekorasi bunga hidup. Salah satu langgananku adalah butik-butik terkenal.” Rosie menyebutkan beberapa butik branded yang amat dikenal Claire.
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 416 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
Lelaki Penyembuh Luka

Lelaki Penyembuh Luka

Enam tahun kemudian. Cuaca di negara A sangat bagus akhir-akhir ini, toko bunga bahkan telah menjual banyak bunga. Di sebuah toko bunga bernama 'Blossom beautiful Florist', sosok sibuk Elijah bersembunyi di balik bunga-bunga yang segar, dan ada seorang anak kecil sekitar lima tahun yang berdiri di luar pintu.
1016.5K viewsCompletedAdded to Library 397 Times as toko bunga ajeng rose
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status