Hasrat Bukan Menantu Idaman
Setelah Bu Rina kembali ke dapur, ia beralih ke meja di pojok, tempat beberapa teman lamanya nongkrong sambil menikmati gorengan dan kopi hitam.
"Gue serius, Bro," ujar Rizal, meletakkan rokoknya di asbak. "Kita bisa mulai bertani tanaman herbal. Pasarnya luas, apalagi sekarang banyak permintaan dari industri farmasi dan kosmetik. Gue udah diajarin langsung sama Bang Jovan, dan gue yakin ini peluang bagus buat kita."
Teman-temannya—Adi, Ucup, dan Roni—saling berpandangan sejenak, lalu tiba-tiba meledak dalam tawa.
Hot Chapters