Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Gelembung-gelembung kecil kemudian berubah menjadi gelembung besar, air kini beriak bergelombang, saat sosok tinggi besar bertaring muncul dari dalamnya. Bola matanya putih, telinga lancip. Bibirnya "dihiasi" dengan taring panjang. Tubuhnya nampak licin serta bergigi runcing mirip seperti gergaji. Sosok itu tertawa menggelegar menyeramkan. Bau aneh menyeruak yang bagi orang normal akan muntah mencium aroma tersebut. "Harum sekali persembahan ini," ujar sosok iblis itu.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as tomboi
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Di tangannya ada camilan favorit Huo Mian, jagung bakar, dan es cola. Pikiran Huo Mian akhirnya kembali fokus. Mendorong Qin Chu pergi, dia segera menjelaskan, "Zhiyuan, itu ... tidak seperti yang terlihat. Tolong jangan salah paham. Biar aku jelaskan, oke?”
104.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as tomboi
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Tanyanya girang. Pelayan itu tersenyum dan mengangguk sopan. "Aku ingin melihat salju. Tadi, tuan Fabio memberikanku kursi roda dan memerintahkan ku menekan tombol itu jika memerlukan bantuan," tunjuk Mawar pada tombol yang tadi dia tekan. Pelayan itu mengangguk, lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa jepang kepada para pelayan yang lain.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as tomboi
Read
+Library
Mate

Mate

Bisa pingsan Papa Mas Wira kalau tau aku hobi banget jajan telur gulung, cimol, seblak dan masih banyak lagi makanan-makanan penuh micin. Setelah selesai menumis tomat ceri, Mama Mas Wira meletakkan tomat ceri tersebut ke atas roti gandum yang telah dioleskan alpukat yang dihaluskan, kemudian menambahkan parsley di atasnya. Mama Mas Wira ternyata juga merebus brokoli. Beliau meniriskan brokoli yang baru diangkat, lalu menaruh brokoli di samping roti gandum.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as tomboi
Read
+Library
Putih Abu-abu

Putih Abu-abu

Apakah Tuhan tidak ingin melihatnya tanpa lebih dulu mengalami sakit? Devan terbatuk lagi. Ia membocorkan tabung kecil transparan di atas samping tempat tidurnya. Sebuah benda berisi obat-obatan yang kata Salmira vitamin tambahan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Sudut sebelah sebelah. Selama ini Salmira sudah membohonginya. Salmira "Jadi, Mama udah bohongin Devan selama ini?"
104.2K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as tomboi
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

Aku mengangguk, mengamini. “Maafkan kakak ya, Dek. Kakak bahkan sampe lupa ngurus tanaman.” Aku berjalan menuju kran air dan mematikannya—air di hidroponik sudah penuh. “Masuk ke dalam yuk, Dek. Besok lagi,” ujarku. “Ayo, Kak!” Vian beranjak berdiri, meninggalkan tumpukan rumput liar di dekat tanaman tomat.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as tomboi
Read
+Library
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Aku memegang leher. "Owh, iya, dari rumah bawa minum atuh di botol Tupperware yang Ambu beli khusus buat kamu warna pink." Ambu bergegas untuk mengambilkan botol yang tersimpan di rak piring. "Malas Ambu, botol yang Ambu beliin itu gede banget, tas Hanny sudah berat sama buku, nanti Hanny pendek Ambu." Jawabku sambil meringis.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as tomboi
Read
+Library
FIORE

FIORE

Ia membuka pintu dan berdiri sejenak di teras belakang, Iris memutuskan untuk menjelajahi halaman belakang sambil menunggu keluarganya yang masih sibuk. Iris mendekati sebuah kebun sayuran kecil yang masih terlihat kosong dan ia masih mengingat saat kebun tersebut dipenuhi dengan hasil bumi yang semarak. Tomat, mentimun, kacang-kacangan, dan labu. Namun, yang paling penting adalah stroberi. Ingatannya juga kembali saat ia dan Anna merangkak melalui tanah dan tanaman untuk memetik stroberi. Ayahnya akan memberikan dua kotak kayu persegi kecil untuk menaruh stroberi yang mereka petik-– setidaknya yang tidak mereka makan terlebih dahulu. Saat itu, memetik stroberi hampir seperti kontes baginya
105.0K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as tomboi
Read
+Library
Koma

Koma

tanyaku. "Emmm, orang tuaku bilang itu terjadi karena aku kekurangan vitamin..., vitamin..., ya pokoknya itulah," Rimba terlihat agak kesal karena gagal mengingat jenis vitamin. "Kenapa enggak dicat warna hitam aja?" penyakit kepoku mencapai stadium 4. "Kata orang tua ku enggak boleh, alasannya juga enggak jelas." Aku mangut-mangut mendengar penjelasannya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as tomboi
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status