Love You Mr. Arrogant
"Tentu saja tidak. Aku, kan, jadi inget Mama. Dulu Mama sebelum meninggal juga sering mengatakan jika suatu saat nanti, dan terus mengulang jika suatu saat nanti. Eh, lusanya Mama meninggal. Dan aku baru sadar, kalau kata jika suatu saat nanti itu adalah pesan-pesan terakhir Mama."
Rasanya Regan ingin tertawa saja saat itu. Tapi rasanya tidak etis, jika melihat wajah Fanya yang mendadak murung. Sepertinya dia mulai teringat dengan ibunya.
Regan pun mengelus kepala istrinya dengan berkata, "Maaf, aku jadi mengingatkanmu dengan ibumu."
"Sudahlah. Ada yang bilang jangan terlalu banyak meminta maaf, lama-lama kata maaf itu tidak akan berarti lagi."
Hot Chapters