WITHERED
Namun, lelaki dengan potongan undercut yang begitu menonjolkan tulang wajahnya itu jadi diam memandangi lorong setelah pintu lift terbuka.
Aroma parfum yang harum tapi menusuk, menyapa hidung Tian yang wajah pokerfacenya makin kaku.
"Haaa," ia menarik nafas dalam, berjalan dengan dua tas di bahu lalu menunduk pada wanita cantik yang pesonanya tak mampu memabukkan mata Tian.
"Selamat pagi, nona Anggita," sapa Tian begitu formal, "apa yang membuat anda bertamu sepagi ini?"
Hot Chapters