Pernikahan Kontrak dengan Duke Tiran
Sebagai putri Marquess Kekaisaran sekaligus calon Saintess masa depan, hidup Isolde Llewellyn dulu dipenuhi kasih sayang.
Sampai Roselyn datang, adik angkatnya yang sejak lahir bersinar seperti matahari.
Sejak itu, Isolde tersisih. Dicemooh orang tua. Dihina bangsawan. Semua itu dia dapatkan bertubi-tubi.
Puncaknya, Putra Mahkota Aubrey, tunangan yang selama ini dia cintai, berbalik melamar Roselyn dan menjadikannya Permaisuri Masa Depan.
Dendam membakar hati Isolde. Dia mencoba membunuh Roselyn.
Namun, gagal.
“Apa kau punya kata terakhir, Isolde Llewellyn?” Suara Aubrey datar. Tidak ada getar, tidak ada ragu. Seolah wanita di hadapannya hanyalah orang asing.
Isolde mengangkat wajahnya. Wajah pucat itu tetap angkuh, meski darah mengalir dari sudut bibirnya. Mata abu-abunya, mata yang dulu selalu mencari Aubrey, kini hanya menatapnya dengan dingin.
“Dulu, Yang Mulia berjanji akan melindungiku,” bisiknya getir. “Ternyata, Yang Mulia sendiri yang akan memenggal kepalaku.”
Aubrey tidak menjawab. Dia hanya mengangkat pedangnya lebih tinggi.
“Ini … untuk Roselyn.”
Pedang Putra Mahkota Aubrey jatuh. Kepala Isolde menggelinding di alun-alun istana.
Tapi di detik terakhir, dia berdoa.
Dan Tuhan mengabulkan.
Isolde kembali, 2 tahun sebelum semua tragedi itu terjadi.
Kali ini dia tidak akan menjadi korban.
Dia meninggalkan kastil Llewellyn. Berjalan ke Utara yang bersalju.
Ke pelukan monster yang paling ditakuti Kekaisaran. Duke Kain.
“Menikahlah denganku, pernikahan kontrak. 3 tahun,” tawarnya.
Tanpa dia ketahui, Duke itu sudah menunggu “Saintess Asli” selama 13 tahun.
Dan kutukan api neraka di tubuhnya, hanya bisa dipadamkan oleh cahaya yang pernah dia coba bunuh.