KISAH GLORY : Panglima Perang
Saat itu juga Riley memejamkan mata dan kembali menundukkan kepalanya, bahunya layu, dan badannya mau ambruk.
Tapi, Brockley segera menahannya lalu menegakkannya kembali. “Aku ulangi. Karena aku cinta padamu, Riley Royse. Dulu aku bisa menganggapmu sebagai ibu dan kakak, tapi ketika aku dewasa dan sudah paham apa arti cinta sebenarnya, aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Sebab jika kita tidak bisa untuk jujur sama diri sendiri, maka sulit bagi kita untuk jujur kepada orang lain. Lagi-lagi ini semua tentang ketulusan. Aku tidak perlu menanyakan apa arti cinta kepada siapa pun karena aku sudah bisa merasakannya. Rupanya, cinta itu sebuah anugerah yang nikmat.”
“Kenapa bisa?” tanya Riley