My Beloved Partner
“Aku belajar, Sang. Kali ini, aku janji gak akan sia-siain kesempatan yang kamu kasih.”
Di luar jendela, hujan turun pelan. Seolah ikut menyiram luka lama yang perlahan-lahan mulai mengering.
Beberapa hari berlalu sejak malam penuh kejujuran itu. Wisang dan Taka mulai membangun ulang kepercayaan mereka, pelan-pelan, tanpa paksaan. Mereka tidak langsung kembali seperti dulu—tidak ada pelukan hangat setiap pagi, tidak ada kata cinta yang dilemparkan sembarangan. Tapi ada kedekatan yang tumbuh dari ketulusan, dan itu cukup.