A Wandering Star
Atau mungkin, ia tidak mengerti cara meminta baju tidur kepada pelayan?
Malam semakin pekat walaupun banyak bintang di langit, namun malam ini bukan dan tidak sama seperti malam di dunia manusia. Kenta benar-benar tidak bisa tidur. Ia lalu diam-diam membuka pintu kamarnya, melihat ke seluruh lorong istana yang mulai redup ujung ke ujung, dan hanya ada lampu malam saja. Ia lalu keluar perlahan dari kamarnya, lalu memutuskan untuk mengelilingi istana, sendirian di malam hari. Namun, semakin ia melangkah, ia justru teringat semua memori menyakitkan. Semakin ia melangkah, justru satu per-satu memori lama mulai bangkit: