Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!
Mata Aruna sempat terangkat, bertemu dengan tatapan Atlas, sebelum kembali turun ke layar.
Poin berikutnya.
"Untuk keamanan finansial," Atlas melanjutkan, suaranya tetap tenang, "saya akan memberikan satu properti atas nama kamu. Rumah saya, sepenuhnya akan menjadi milik kamu, bukan pinjaman, bukan sementara."
Aruna membeku sejenak.
"Dan akan ada trust fund atas nama kamu," tambah Atlas, "yang tetap menjadi milik kamu, bahkan ketika kontrak ini berakhir."
Hot Chapters