Satria Roh Suci
tanya Rawai Tingkis, “aku membeli satu kendi tuak, tidak banyak, karena minum itu tidak baik untuk kesehatan …”
Pak Tua yang dia maksud mengangguk, lalu Rawai Tingkis menuangkan tuak ke dalam cawan bambu.
“Ini tuak yang nikmat, sudah beberapa tahun aku tidak mencicipinya …”
“Hahaha …, kau cukup kuat Pak Tua, kau seperti Kakeknya Rawas Kalat …hahaha …”
Hari ini mereka menghabiskan waktu dengan bersuka cita, sampai kemudian hari berganti malam.
Hot Chapters