Ibu Sang Pewaris
Heru melirik sinis, begitu melihat Kemal mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih.
"Ya ampun, daritadi sibuk galau pake baju apa, ujung-ujungnya pake hitam siapa takut?" Heru mendumal pelan, mengikuti jargon iklan shampoo anti ketombe.
Itu mah yang sehari-hari dipake. Ngapain galau?! Tau gitu kan bisa sat set berangkat, biar gak kena macet. Dia enak duduk manis, lah kita? Sederet unek-unek dilontarkannya, namun sayang, Heru hanya sanggup bicara dalam hati. Heru dibuat tak habis pikir oleh kelakuan bosnya. Ya, namanya juga orang kasmaran, kadang malah jadi norak.
Hot Chapters