Hujan dalam karya Fiersa Besari seringkali bukan sekadar cuaca, melainkan metafora yang dalam untuk perasaan manusia. Dalam 'Garis Waktu', hujan digambarkan sebagai teman dalam kesendirian, sesuatu yang menemani saat hati sedang galau. Ada keindahan dalam kesedihan yang diwakili oleh rintik hujan, seolah Fiersa ingin mengatakan bahwa tidak apa-apa untuk merasa rapuh, karena seperti hujan, perasaan itu juga akan berlalu.
Yang menarik, hujan juga sering menjadi simbol penyucian atau awal baru. Dalam 'Conspiracy Theory', hujan mengiringi momen ketika karakter utama mengambil keputusan penting. Air yang turun seakan membersihkan masa lalu dan memberi ruang untuk cerita baru. Fiersa pandai memainkan kontras antara kesedihan dan harapan melalui elemen alam ini, membuat karyanya terasa begitu manusiawi.