ISTRI SIRI TENTARA ALIM
HaniHadi_LTFlirik menangis dijalan pulanglirik bagai ranting yang keringnadin amizah menangis di jalan pulangkering sudah air mataku
“Nggak apa-apa. Kamu sudah belajar sejauh ini, itu lebih dari cukup buat aku. Yuk.”
Dengan langkah ringan, mereka menuju tempat wudhu. Air dingin menyentuh kulit, membangunkan kesadaran penuh akan kehadiran Sang Maha. Mira berdiri di belakang Rey dengan khusyuk. Suara Rey memimpin takbir pelan, namun penuh ketulusan.
Lalu saat rakaat terakhir, suara Rey berubah. Lebih lantang. Lebih dalam. Ia membaca surat Ar-Rahman.