Om, Nikah, Yuk!
"9,5. Karena dia suamiku. Orang yang paling memahamiku, sekaligus jadi lawan berantemku. Tiada hari tanpa berdebat di rumah kami. Bahkan, saat dia dinas, pun, kami tetap beradu omongan lewat telepon."
"Kenapa nggak 10?"
"Kesempurnaan hanya milik Tuhan, Tar. Suamiku hanya manusia," pungkas Alodita, yang disambut tepuk tangan dan suitan sambung- menyambung dari khalayak.
***
Hari bertukar dengan cepat. Tibalah waktu keberangkatan tim Indonesia menuju China. Mereka berkumpul di ruang tunggu khusus pesawat pribadi dan carteran, guna mendengarkan pidato Tio.
Hot Chapters