Tiga Mayat Satu Takdir
Di dalam, lampu kristal mengambang menerangi rak-rak penuh gulungan kuno, artefak berdebu, dan bola-bola kaca kecil yang berdenyut pelan.
Wisp, makhluk bunglon setinggi manusia, berdiri di belakang meja kayu berukir, kulitnya berkilau hijau zamrud saat menyapa Kael dan Sarah. Matanya bulat seperti permata hitam, ekornya meliuk anggun, dan suaranya lembut namun penuh wibawa. “Selamat datang, tamu. Informasi apa yang kalian cari?”
Hot Chapters