Young Mom
Steven mendesah sebelum akhirnya mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jeni, ada rasa gugup dan gelisah saat menunggu panggilan itu terhubung, pasalnya ia sudah tidak menghubungi dan mengabaikan apapun pesan dari Jeni selama ia di London.
Tak menyangka, pada saat panggilannya yang ketiga. Jeni masih mau menerimanya. Ia mengganti panggilan video dan sosok cantik dengan sepasang mata obsidian indah muncul di layar ponselnya, seketika hati Steven menjadi hangat.
“Jen, Mama mau bicara sama kamu.”
“Iya.”
Steven segera mengarahkan ponsel ke Mamanya.
“Halo Sayang, kamu dan Aluna sehat?”