Pura-Pura Amnesia
"Ada makanan di sana. Jangan minum dengan perut kosong. Ingat, jika kau masih ingin bersedih dan meratapi nasibmu, paling banyak kau hanya boleh meminum satu botol anggur saja. Jangan minum berlebihan karena aku tak ingin melihat mayatmu saat aku mengembalikan mobilmu."
Seolah sudah terbiasa dengan ucapan tak sopan Jessi, Liam hanya mengusirnya dengan lambaian kecil. "Ya, aku tahu. Aku tak akan mati hanya dengan anggur ini. Tapi aku bisa benar-benar mati jika kau masih berada di sini dengan kecerewetanmu. Pergilah."
"Baguslah! Selamat bersedih!" Jessi melambai dan bergegas menuju ke arah pintu keluar. Namun, setelah beberapa langkah, ia berbalik dan kembali lagi.