Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

"Jangan banyak tanya dulu Bang, segera Abang pergi ke kamar Sekar, seseorang merencanakan sesuatu di sana!" Panggilan Roman di matikan, segera Ardian berlari menuju kamar Sekar. Dengan cepat ia menaiki anak tangga, dan tak lama ia terperangah melihat Sekar tengah duduk terikat tali juga menangis, melihat Aldi yang tengah memakaikan cincin ke jemari Sekar. "Aldi kau memang tidak waras!" Ardian berusaha untuk menendang pria itu, sayangnya sebelum menendang ia terlilit karena tali panjang menangkap kakinya dan tertarik oleh Aldi.
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 392 Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Renggali

Renggali

Atau, memilih berkorban atau mengorbankan. Mirip seperti bunga sakura. Sebuah pohon yang hanya bisa tumbuh di satu daerah saja di Indonesia. Bunga yang berwarna merah muda dengan corak putih di tengahnya, belum lagi daun yang hijau membuat suasana hati terasa tenang. Terlihat gadis cantik yang sedang duduk bersandar di bawah pohon itu dengan pena dan buku di tangannya sedang menulis sesuatu. “Riska! Apa kamu baik-baik saja.”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Pendekar Kujang Emas

Pendekar Kujang Emas

“Seperti yang sudah aku katakan tadi, kau harus mencari keberadaan cambuk iblis milikku yang sudah dihilangkan oleh Nilakendra. Pergilah ke Lemah Kayas dan bangunkanlah siluman Tangkurak Hideung, salah satu dari empat siluman kepercayaanku di masa lalu. Siluman itu yang mengetahui keberadaan cambuk iblisku.” Totok Surya melemparkan sebuah kain hitam ke arah Nyi Genit. “Terakhir kali aku merasakan kehadiran siluman Tangkurang Hideung, dia berada di sekitar pantai selatan tanah Pasundan. Aku menduga jika Tangkurak Hideung tertidur karena banyak kehilangan kekuatan. Untuk bisa membangunkan siluman Tangkurak Hideung, kau harus menyiapkan dua ratus orang tumbal. Gunakan kain yang aku berikan pad
9.4224.8K viewsOngoingAdded to Library 6.7K Times as ular tangkalaluk
Show Reviews (51)
Read
+Library
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

teriak Tapak Baja menantang. "Aku tak mau mati terbakar!" kata Talang Sukma. “Tapi barangkali tongkatku ini bersedia untuk terbakar!" Zubbb...! Talang Sukma lemparkan tongkatnya dengan kuat. Tongkat meluncur cepat ke arah Tapak Baja, menerobos lingkaran sinar hijau. Zrubbb....! Tongkat itu terbakar dan menjadi hangus, tapi masih mampu melesat cepat dan menghantam pangkal ketiak Tapak Baja.
1031.5K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Cahaya hijau yang sebelumnya menyinari lorong-lorong kini digantikan oleh api biru kecil yang menari di dinding. Ketika mereka akhirnya mencapai dasar tangga, mereka menemukan sebuah ruangan besar dengan lantai batu yang berlapis simbol-simbol aneh. Di tengah ruangan, ada sebuah altar dengan mangkuk besar berisi cairan hitam pekat yang memancarkan bau busuk. “Apa ini…?” bisik Lila, menatap altar itu dengan ngeri.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Kultivator Tangguh

Kultivator Tangguh

Eyang Gentar Bumi menyusuri lorong rahasia, diikuti oleh Aji Saka dan Juminten, menuruni anak tangga menuju kesebuah tempat didalam lembah. Didalam lembah yang ditutupi oleh pepohonan yang rimbun, ada dua buah kolam berwarna putih kebiruan dan berwarna kuning keemasan. Kedua kolam itu jika masih ada keturunan dengan leluhur pembuat kolam, akan menerimanya untuk berendam dan mampu bertahan lebih dari satu bulan.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Ibu langsung menghampiriku yang begitu syok mendengar kabar duka tersebut. "Bu, baru tadi pagi lho, aku bertemu dengan Mas Danu. Dia pun terlihat baik-baik saja," gumamku masih tak menyangka. Ibu mengelus bahuku berusaha menguatkan. "Sekarang kamu percaya kan kalau tumbal bulan suro di kampung ini nyata?" Refleks aku menatap wajah Ibu. "Tapi tumbal itu dipersembahkan oleh siapa dan untuk siapa, Bu? Kenapa hanya di desa kita saja yang seperti ini?"
105.0K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

jawab Pak Ali Akhir. "Karena itulah, Pak, makanya benjol ini," kata Bang Torkis. "Tapi Ucok sudah memukul KO jagoan mereka," "Siapa itu?" "Yang namanya Haikal," "Wah, dia petarung, tiga kali naik ring belum terkalahkan, aku penggemar MMA," kata Pak Ali Akhir. "Sudah kalah dibuat si Ucok," "Wah!" Setelah puas di Monas, kami semua lanjut cari makanan. Karena banyaknya kami, sampai tidak muat di satu rumah makan. Terpaksa dibagi di tiga rumah makan.
1080.3K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

sahut Rehan dengan segera dan juga bersemangat. "Emang iya, Mas? Aku baru tau kalau ada tukang urut khusus untuk tulang," gumam Elen, bertanya-tanya pada dirinya. Karena selama ia hidup, baru kali ini dirinya mendengar profesi tersebut.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

‘Bu, saya sudah sampai di apartement’ Reina mengirimkan pesan kepada Winda yang segera mendapatkan balasan agar Reina menunggu di lobby. Tak lama menunggu, Winda keluar dari lift menyambut kedatangannya membawa seorang bayi berusia 7 bulan, cantik dan manis serta tersenyum padanya. “Halo! Mbak Reina ya,” sapanya. “Iya, Bu. Saya Reina.” “Mari Mbak, langsung naik saja ke atas. Maaf banget ya, aku tadi habis memandikan Tacha dulu.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as ular tangkalaluk
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status