Pendekar Romantis
Lama Remibara menatap wajah Ki Talang, tak terasa ia teringat kakeknya dan nenek-neneknya, ibunya, Ki Jenggot dan kini Ki Talang, mata Remibara berair, ia menangis tanpa bersuara, ingat kebaikan-kebaikan orang-orang tersebut, termasuk kini Ki Talang.
Remibara lalu mengagali tanah di halaman pondok itu, lalu mengangkat pelan tubuh kurus dan sangat ringan Ki Talang, lalu mencium dahi kakek sakti ini sambil mengucapkan terima kasihnya, seperti dulu yang ia lakukan pada jasad Ki Jenggot.
Setelah menguruk tanah itu kembali, Remibara mengangat batu sebesar anak kerbau dengan ringannya, lalu menulisi nama KI TALANG PENDIRI PADEPOKAN BANGKUI HIRANG.
ตอนยอดนิยม