Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SILARIANG

SILARIANG

Hanya kalimat itu yang berulang kali diucapkan Tenri dengan deraian air matanya. “Ayo Sayang, tidak apa-apa, ayo kita pergi dari sini secepatnya.” Pinta Tyo dengan raut penuh duka. “Tyo? Tenri?” seorang perempuan muda dengan perut agak besar tiba-tiba datang menyapa mereka. “Mba Wulan, ibu … Mba.” Tyo tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya mengambil kakaknya dan menyalami punggung tangan perempuan itu.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

“Bisma!” -bersambung-
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Kidung Mayit

Kidung Mayit

Syuttt! Tiba-tiba horden tersibak dan dari luar jendela berdiri seorang wanita cantik dengan rambut terurai, memakai mahkota dan kemben berwarna merah dengan manik-manik seperti emas, beserta kain jarik yang melilit di pinggang. Widyawati menatap dengan senyum yang tertimbang, seolah menyambut kedatangan wanita misterius yang tidak tahu dari mana datangnya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

jawab Hafizah. "Mie yang kamu maksud? Aku sudah bilang, jika kamu harus membeli makanan untuk suamimu, gunakanlah uangmu. Apa kamu tidak mendengar? Atau kamu memang pelit dan tidak mau memberikan semua itu kepada suami dan mertuamu? Istri-istri di luar sana tidak akan memberikan mie instan kepada suaminya, Hafizah! Hanya kamu yang melakukannya, karena kamu adalah istri yang tidak berguna."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Lilly hanya tersenyum tipis, ia berikan kode dengan dagunya agar Ammar segera mengirim uangnya tanpa banyak bicara. "Tanda tangani dulu surat ini!" ucap Mayang tiba-tiba, ketika Ammar hampir saja mengirim uangnya, ponsel suaminya itu ia rebut dan sembunyikan kedalam tasnya dengan cepat. Lilly tertawa kecil, menoleh ke arah lain sambil menggosok hidungnya dengan telunjuk. Lalu, ia menatap Mayang dan Ammar bergantian, senyum sinis menghiasi bibirnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Andiradira Oke, gue sebentar lagi sampe. Aluna memainkan smartphone nya untuk mengusir rasa bosan, membuka aplikasi I*******m dan melihat-melihat postingan teman-temannya di dunia maya. Berselang 5 menit kemudian Andira terlihat memasuki coffee shop, gadis itu mengenakan gamis hitam dan khimar navy bermotif bunga-bunga. Aluna tersenyum dan melambaikan tangan, Dira yang melihat itu pun langsung menghampiri Aluna. “Assalamu’alaikum” Sapa Dira.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

ujar Mama tiba-tiba. Mama, dia teman dekat Ibu, karena sudah sangat dekat, aku pun memanggilnya dengan panggilan Mama. Memang Mama punya kelebihan, sixth sense. Tapi, aku tidak terlalu kepo untuk bertanya-tanya tentang masa depan dan sejenisnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Harapanku

Harapanku

Supir pun merasa kebingungan, mengapa tiba-tiba bis yang dia kemudikan menjadi blong rem nya, padahal sebelumnya baik-baik saja. " Ya allah... mas aku takut. " Ungkap Ibu sambil menangis dan memeluk suaminya. " Istigfar, mengucap Allah akbar, dan bersahadat terus Bu. Berdoa semoga kita di beri umur panjang, jika Allah masih berkehendak. " Ayah mengingatkan dan menenangkan istrinya. Kring... Kring...
2.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai umay
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status