Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Dinding kacanya menyajikan pemandangan langit Jakarta yang kelabu, sekelabu perasaanku saat ini. Aku duduk di kursi kulit hitam yang terlalu besar, merasa kerdil. Di hadapanku, sebuah dokumen setebal dua sentimeter tergeletak di atas meja marmer yang mengilap. Judulnya tertulis dengan huruf kapital tebal: PERJANJIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG & KESEPAKATAN KERAHASIAAN (NDA).
760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Marriage Proposal : Kenapa Aku Harus Menikahimu?

Marriage Proposal : Kenapa Aku Harus Menikahimu?

“Aku kan nggak berani buka-buka barangmu.” “Aku bacakan beberapa pasal yang sudah kamu tanda tangani ya.” Aku memegang salah satu kertas yang agak tebal seperti kertas sertifikat dan tulisannya diketik. Itu adalah sertifikat perjanjian bersama. “Ada di pasal empat tertulis di sini, jika ada salah satu pihak dalam kurung pihak pertama atau pihak kedua dengan tidak sengaja menghilangkan kertas perjanjiannya sendiri berarti perjanjian miliknya tidak berlaku bagi pihak lawannya.”
9.910.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Di bawah kalimat pertama, ada tulisan berbunyi, "Wong sing gelem midak lemah, dadi makhluk tanpo napsu lan tanpo digdaya, sing bakalan untung nang lemah iki." Nagini mengerutkan dahi mencoba mencerna kalimat tersebut. Namun dia hanya bisa mengingat-ingat kalimat itu dan nantinya akan dia bicarakan dengan Gandi agar mendapat sudut pandang dari dua orang yang berbeda. Setelah Raja Bratajaya menulis, mereka semua kembali membaca mantra untuk menanam segel ke dalam gulungan bambu itu sebagai pertahanan agar tidak mudah untuk dibuka oleh sembarang orang.
8.962.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang CEO yang Pergi Saat Mengandung Anaknya

Istri Kontrak Sang CEO yang Pergi Saat Mengandung Anaknya

Undangan itu datang tanpa embel-embel. Bukan "pengumuman hasil," bukan "pembacaan kesimpulan." Hanya satu kalimat kering yang diketik dengan font standar: Penyampaian Rekomendasi Evaluasi. Jam, ruang, dan catatan kaki yang menegaskan: peserta terbatas. Clara membaca pesan itu dua kali di layar ponselnya. "Mereka memilih kata paling aman yang tersedia di kamus korporat," katanya pelan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan

Di Bawah Kuasa Tiga Majikan Tampan

Namun, saat dia menarik sebuah buku tebal tentang sejarah hukum, sebuah amplop hitam kecil jatuh dari sela-sela halaman dan mendarat di atas lantai marmer dengan suara pelan. Dahi Revana berkerut. Dia membungkuk untuk mengambil amplop tanpa identitas pengirim itu. Dengan tangan sedikit bergetar, dia merobek segelnya. Di dalamnya hanya terdapat selembar kertas putih dengan tulisan tangan yang kaku dan tajam.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Kakakku Suamiku

Kakakku Suamiku

𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪 𝓜𝓮𝓻𝓪𝓱mama kakakkata-kata suamikuitil kakakkakak aku
menyodorkan selembar kertas di atas meja. Dengan ragu Tian pun mengambil kertas tersebut, alangkah terkejutnya ia ketika membaca isi dari lembaran yang sedang di pegangnya. "Kakak udah gila ya? Mana bisa begini," serunya menyerukan keberatannya. Namun reaksi Ardan nampak biasa saja, laki-laki itu bahkan merebahkan punggungnya dengan begitu santai. "Tanda tangan, itu larangan yang harus kamu patuhi dan jauhi."
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Istri Yang Terlupakan: Kesempatan Kedua

Istri Yang Terlupakan: Kesempatan Kedua

Tidak ada surat cinta atau pun catatan yang memintanya untuk mengerti. Hanya ada sebuah diska lepas, salinan surat perjanjian cerai mereka yang dilipat, dan sebuah dokumen perwalian yang cukup tebal hingga bisa membuat perutnya terasa melilit, bahkan sebelum dia membukanya. Doni membaca halaman pertama, lalu halaman kedua, dan kemudian, napasnya tiba-tiba tersekat.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
BERTUKAR RANJANG

BERTUKAR RANJANG

Roland langsung memandang Bara. Tatapan pria itu berubah semakin tajam. "Sepertinya..." Ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya. "Tuan!" Seorang pengawal lain berlari dari arah gerbang sambil membawa sesuatu yang baru ditemukan di semak-semak. Roland menerimanya. Itu... Sobekan selembar kertas. Ukurannya sama persis dengan halaman terakhir dokumen yang hilang.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

“Padahal…” Ia menatap dokumen-dokumen yang memenuhi ruangan. “…kerajaan sebenarnya dibangun oleh kata-kata.” Perintah. Perjanjian. Hukum. Semua tertulis di kertas seperti ini. Justin mengambil satu gulungan baru. Ia membuka segelnya. Membaca dengan cepat. Lalu mengangguk pelan. “Ya… ini akan berguna.” Penjaga arsip akhirnya bertanya dengan hati-hati,
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Dendam dan Rahasia Tuan Muda

Namun bukan itu saja yang membuat Adhira tertegun. Sepucuk surat beramplop cokelat tergeletak di atas tumpukan buku tersebut. Adhira tidak bisa menebak dari mana surat itu berasal karena tidak ada tulisan apa-apa di luarnya selain gambar lima roda gerigi. Sebuah kertas tebal yang menyerupai kartu terbungkus di dalamnya. UNDANGAN RAPAT ALIANSI LIMA PILAR Kepada: Adhira Limawan
1011.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai undangan selembar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status