BERAS LIMA RIBU
Masih sah menjadi istrinya di mata hukum negara.
"Ini undangannya." Wita menyodorkan selembar undangan berwarna merah marun bertuliskan tinta emas.
Perlahan, Rasti mengambilnya. Mengingatkan akan pernikahannya enam tahun yang lalu, yang hanya dilangsungkan secara sederhana karena Wandi belum mapan. Undangan pun, hanya disambung melalui ucapan saja.
"Aku hanya menyampaikan amanah, Mbak. Perkara mau datang atau tidak, itu terserah Mbak," kata Wita yang paham betul isi hati kakak iparnya itu.