Dari semua dewa mitologi Yunani, sosok yang paling menggetarkan imajinasiku adalah Hades. Bukan sekadar penguasa dunia bawah, tapi ia adalah simbol ambiguitas antara keadilan dan ketakutan. Aku selalu terpukau bagaimana 'The Iliad' dan 'Odyssey' menggambarkan kerajaannya yang gelap namun terstruktur—mirip seperti konsep neraca kosmik. Bedanya dengan Zeus yang flamboyan, Hades justru misterius dan jarang muncul dalam kisah epik, tapi pengaruhnya sangat nyata. Aku bahkan sempat membuat analisis tentang bagaimana karakter Hades di 'Hades' (game roguelike) justru humanisasi yang menarik dari sosok yang biasanya ditakuti.
Lucunya, banyak yang mengira Hades adalah 'jahat' karena menguasai kematian, padahal dalam mitos aslinya, ia lebih seperti administrator yang tegas. Persepsi ini mungkin dipengaruhi oleh budaya populer yang suka menyederhanakan narasi. Aku malah suka filosofi di baliknya: dunia bawah bukan sekadar tempat hukuman, tapi juga refleksi dari kehidupan itu sendiri—seperti babak terakhir dalam siklus alam.