Digilai Psikopat
Untungnya, ia takut aku akan jatuh jadi tetap menopang tubuhku, hehehe.
Jaket tipis yang membalut kami berempat menjadi penyelamat bagi seragam Universitas Dandelion kami saat memcoba memberi makan satwa-satwa supaya tidak kotor. Saat ini, di hadapanku, ada seekor anak gajah yang menunggu tangan penuh kacangku terbuka, dengan belalai mungilnya, ia menyambar pelan santapannya. Sementara Angkara malah asik mengelus-ngelus punggungnya. Untuk pertama kalinya, aku bisa sedikit melebarkan senyumku. Tiba-tiba, gajah kecil itu bergerak maju membuatku kaget dan kehilangan keseimbangan saat mencoba mundur. Sontak Angkara langsung berlari ke arahku, sayangnya ia terlambat.
Bab Populer